Menu ✖

Mode Gelap
Pelabuhan Teluk Tapang Disiapkan Jadi Pusat Industri dan Energi Nasional Polres Pariaman Tangkap Pria 56 Tahun Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik Kebakaran Dini Hari Hanguskan Studio Foto di Padang Sambut HUT ke-81 Brimob, Polda Sumbar Bersihkan Pantai Purus Padang Harga Batu Bara November 2026 Turun, Kalori Menengah dan Rendah Naik SMKN 1 Sasak Direlokasi, Rp3 Miliar Digelontorkan untuk Atasi Ancaman Banjir

News

Kecelakaan di Sitinjau Lauik Didominasi Faktor Manusia, Pengamat Dorong Fly Over dan Pengawasan Kendaraan

Fitratul Husnabadge-check

Kecelakaan di Sitinjau Lauik Didominasi Faktor Manusia, Pengamat Dorong Fly Over dan Pengawasan Kendaraan Perbesar

Covesia.co.id – Jalur Sitinjau Lauik yang menghubungkan Kota Padang dengan Kabupaten Solok masih menjadi salah satu ruas jalan paling rawan kecelakaan di Sumatera Barat.

Kondisi jalan yang dipenuhi tanjakan, turunan curam, dan tikungan tajam membuat jalur ini menuntut kewaspadaan tinggi dari setiap pengendara.

Pengamat transportasi, Fidel Miro, menilai kecelakaan lalu lintas di Sitinjau Lauik tidak bisa hanya dikaitkan dengan satu penyebab.

Menurut dosen Universitas Bung Hatta ini, terdapat tiga unsur utama yang memengaruhi keselamatan berlalu lintas, yakni kondisi jalan beserta lingkungannya, kendaraan, dan faktor manusia.

Meski demikian, ia menyebut faktor manusia masih menjadi penyebab paling dominan dalam berbagai peristiwa kecelakaan.

Pengemudi dinilai memiliki tanggung jawab besar untuk memahami karakteristik medan yang akan dilalui sekaligus memastikan kendaraan berada dalam kondisi laik jalan sebelum digunakan.

“Pemeriksaan terhadap sistem pengereman, mesin, ban, hingga komponen keselamatan lainnya harus menjadi bagian dari persiapan sebelum perjalanan, terutama saat melintasi jalur ekstrem seperti Sitinjau Lauik,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah juga memiliki tanggung jawab menyediakan infrastruktur yang mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Hal itu meliputi penyediaan permukaan jalan yang memiliki daya cengkeram baik, pagar pengaman, rambu-rambu lalu lintas, serta fasilitas pendukung lain yang sesuai dengan karakteristik medan.

Fidel juga mendukung rencana pembangunan fly over di kawasan Sitinjau Lauik. Menurutnya, proyek tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memperbaiki geometri jalan, khususnya di kawasan Panorama I yang dikenal memiliki tikungan tajam dan tingkat risiko kecelakaan yang tinggi.

Ia berharap kehadiran fly over nantinya mampu mengurangi potensi kecelakaan, dengan catatan tetap dibarengi disiplin pengendara dalam mematuhi aturan lalu lintas dan tidak mengemudi secara ugal-ugalan.

Selain pembangunan infrastruktur, Fidel menilai upaya menekan angka kecelakaan juga harus dilakukan melalui pengawasan kendaraan angkutan secara lebih ketat.

Optimalisasi operasional jembatan timbang selama 24 jam, penegakan hukum terhadap kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan, serta peningkatan kesejahteraan para sopir angkutan barang dinilai menjadi langkah penting yang harus berjalan beriringan.

Dengan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas infrastruktur, pengawasan kendaraan, hingga pembenahan perilaku pengguna jalan, diharapkan keselamatan di Jalur Sitinjau Lauik dapat terus meningkat dan angka kecelakaan dapat ditekan. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Pelabuhan Teluk Tapang Disiapkan Jadi Pusat Industri dan Energi Nasional

6 November 2026 - 16:45 WIB

Polres Pariaman Tangkap Pria 56 Tahun Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

6 November 2026 - 15:43 WIB

Kebakaran Dini Hari Hanguskan Studio Foto di Padang

6 November 2026 - 15:06 WIB

Sambut HUT ke-81 Brimob, Polda Sumbar Bersihkan Pantai Purus Padang

6 November 2026 - 11:33 WIB

Harga Batu Bara November 2026 Turun, Kalori Menengah dan Rendah Naik

6 November 2026 - 11:26 WIB

Trending Topik Ekonomi dan Bisnis