Menu

Mode Gelap
Korban TPPO di Myanmar Asal Sumbar Dipulangkan, Kini di Shelter BP3MI LBH Sumbar: Lemahnya Pengawasan Picu Pembakaran Hutan Berulang Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dipulangkan ke Indonesia Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar

Daerah

Pemasungan ODGJ di Padang Pariaman, Luka Kemanusiaan yang Masih Menganga

badge-check

Pemasungan ODGJ di Padang Pariaman, Luka Kemanusiaan yang Masih Menganga Perbesar

Covesia.co.id – Pemasungan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) di Padang Pariaman, Sumatera Barat yang kembali menyeruak dalam satu pekan terakhir, memperlihatkan luka kemanusiaan masih menganga di daerah tersebut.
Aksi pemasungan yang terjadi sejatinya telah menciderai UU (Undang-Undang) nomor 17 tahun 2003 tentang Kesehatan, PP (Peraturan Pemerintah) nomor 28 tahun 2004 tentang melarang tindak pemasungan terhdap ODGJ dan Permensos (Peraturan Menteri Sosial) nomor 12 tahun 2018 tentang pedoman pencegahan dan penanganan pemasungan.

Tidak hanya itu, secara tidak langsung keluarga dan warga setempat juga sudah merampas Hak Asasi Manusia (HAM), sesuai amanat PBB melalui World Healt Organisation (WHO), selayaknya hak asasi manusia diperhatikan, baik itu bagi manusia yang mengalami hendaya dan gangguan kejiwaan maupun manusia sehat psikis dan fisiknya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Padang Pariaman Siska Primadona, melihat pemasungan ODGJ ini seperti fenomena “gunung es”, laporannya datang satau per satu setelah adanya laporan dari masyarakat.

Padahal melihat rekam jejak kasus, banyak korban sudah mengalami pemasungan mulai dari 2 tahun hingga 10 tahun lalu, setelah pihak keluarga melakukan upaya pengobatan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) puluhan tahun.

“Data kami menunjukkan hingga saat ini jumlah ODGJ yang dirantai dan dikurung sebanyak 26 orang. Sebarannya hampir merata, 10 dari 17 kecamatan yang ada di Padang Pariaman,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

Penyebab kasus ODGJ meningkat, karena Permasalahan ekonomi, rata-rata pasien ini adalah warga padang pariaman yg pernah merantau dan pulang sudah dengan kondisi seperti ini.

Para ODGJ ini berakhir di pemasungan setelah pihak keluarga tidak ada pilihan lain, pengobatan dirasa tidak efektif dan membutuhkan biaya besar, namun efeknya sesaat, para ODGJ ini kembali kambuh.

Rata-rata pilihan pemasungan ini dilakukan oleh pihak keluarga karena ODGJ sudah melakukan hal yang membahayakn diri sendiri, keluarga bahkan tetangga.

Beberapa kasus yang dihimpun Dinsos Padang Pariaman, pihak keluarga takut pada para ODGJ ini karena kuat secara fisik, bahkan ketika mengamuk bisa merusak perabotan rumah, dinding kayu maupun beton.

“beberapa pengakuan keluarga ada ODGJ ini yang pernah menggorok leher pasangannya, menjemur pasangan di bawah Terik matahari, mencekik keluarga dan menusuk telinga tetangga,” ujarnya.

Sejauh ini sudah enam ODGJ yang mengalami pemasungan sedang menjalani rehab di Yayasan Pelita Jiwa Insani (YPJI), diantaranya dua dari Lubuk Alung, tiga orang dari Nan Sabaris dan satu orang dari Ulakan Tapakis.
Diluar rehabilitasi, setiap ODGJ yang terdata akan diberikan penyuluhan kepada masyarakat, memberikan pelayanan Kesehatan oleh program jiwa Puskesmas, serta merujuk ke panti rehab.

Nanti setelah ODGJ yang mendapat pemasungan bisa dipastikan dijemput oleh YPJI, maka rantai dan pasung mereka akan dilepas saat itu juga.

Menyeruaknya fenomena pemasungan ODGJ di Padang Pariaman, sejatinya bak luka kemanusiaan yang masih menganga, terlebih belum adanya regulasi yang jelas terkait anggaran dan lain sebagainya untuk para ODGJ ini.

“untuk turunan regulasi daerah blm ada, tp kita sudah berencana membuat perda perlindungan hak disabilitas, ODGJ termasuk Disabilitas,” ujarnya. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Padang Timur Optimistis Hadapi Lomba Desawisma, Kubu Marapalam Jadi Andalan

26 Juli 2026 - 14:04 WIB

Tolak PETI, Ratusan Warga Gunung Malintang Sweeping Lokasi Tambang

26 Juli 2026 - 12:08 WIB

Terpilih Secara Aklamasi, Mulyadi Kembali Nahkodai DPD Partai Demokrat Sumbar

26 Juli 2026 - 09:48 WIB

Padang Bidik Status Kota Gastronomi UNESCO, Finalisasi Dossier Selesai Digelar

23 Juli 2026 - 15:13 WIB

Sengketa Lahan Pemko Bukittinggi dan Universitas Fort De Kock Berujung Ricuh, Kampus Lapor Dugaan Penganiayaan

22 Juli 2026 - 19:37 WIB

Trending Topik Daerah