Menu ✖

Mode Gelap
Mancing Berujung Petaka, Satu Warga Kerinci Hanyut di Sungai Sangir Solsel GAPEKA 2026 Berlaku 1 Desember, KA Pariaman Ekspres Kini Singgah di Shelter Kampung Jua Mahyeldi Imbau Masyarakat Sumbar Waspadai Potensi Hujan Lebat hingga 10 November Reaktivasi Jalur KAI Sumbar, Vagub Vasko: Pemprov Siap Bantu Sosialisasi ke Masyarakat Polda Sumbar Ungkap Peredaran Sabu di Padang, Dua Pria Ditangkap Tiga Kali Masuk Penjara, Pria di Sijunjung Kembali Ditangkap Kasus Curanmor

Sport

Tinggal Sendirian, Lansia di Pasaman Barat Ditemukan Membusuk Tak Bernyawa Didalam Rumah

Fitratul Husnabadge-check

Tinggal Sendirian, Lansia di Pasaman Barat Ditemukan Membusuk Tak Bernyawa Didalam Rumah Perbesar

Covesia.co.id – Seorang pria lanjut usia (Lansia-red) bernama Eriyal (73) ditemukan meninggal dunia di dalam rumanya di Jorong Pinaga Sakato, Nagari Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Korban diketahui berprofesi sebagai peani itu diduga telah meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan oleh warga. Saat ditemukan, kondisi jasad korban sudah mulai membusuk.

Kapolsek Pasaman, AKP Bermana Manda, SH Mengatakan penemuan jasad korban berawal dari kecurigaan warga sekitar yang sudah beberapa hari tidak melihat korban keluar rumah. Selain itu, warga juga mencium bau tidak sedap yang berasal dari dalam rumah korban.

“Warga kemudian berinisiatif untuk membuka paksa pintu rumah karena curiga korban sudah beberapa hari tidak terlihat. Setelah masuk ke rumah, korban ditemukan tergeletak di lantai di depan pintu kamar mandi dan sudah dalam kondisi meninggal dunia,” Ujat Kapolsek.

Berdasarkan keterangan warga, Eriyal terakhir telihat pada Selasa (23/6/2026). Keesokan harinya atau Rabu dini hari, tetangga mendengar korban sedang batuk. Namun setelah itu, tidak ada lagi aktivitas dari dalam rumah sehingga muncul kekhawatiran warga sekitar.

Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke pihak Kepolisian. Sekitar pukul 13.00 WIB, petugas datang ke lokasi dan langsung melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Usai pemeriksaan awal, jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Pasaman Barat guna menjalani visum untuk memastikan penyebab kematian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kondisi pembusukan merupakan proses alami pasca kematian.

Lebih lanjut, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsy atau Visum Et Repertum dalam. Penolakan tersebut tertuang dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani oleh keluarga.

Usai seluruh rangkaian pemeriksaan selesai dilaksanaka, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (*)

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Lima Petinju Sumbar Berebut Tiket Semifinal dan Final di Piala AHY 2026 Hari Ini

22 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Padang Raih 267 Emas, KONI Sumbar Sahkan Hasil Akhir Porprov XVI 2026

21 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Kisah Kontingen Pessel: Bertahan di Porprov XVI Sumbar di Tengah Krisis Dana

14 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Balada Porprov Sumbar 2026: Terburu-buru, Atlet Nombok, Tapi Diklaim Lancar

14 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Gol Menit 90+4 Jadi Petaka, Semen Padang Kalah Dramatis dari Persikad Depok

12 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Trending Topik Sport