Covesia.co.id – Seorang petani bernama Yempino Wisman (49) asal Banir Tambun, Jorong Limpato, Nagari Kajai, Kabupaten Pasaman Barat dilaporkan hilang setelah izin pergi ke kebun pada Sabtu (25/7/2026).
Yempino tak kunjung pulang hingga Minggu (26/7/2026), sampai akhirnya pihak keluarga meminta bantuan kantor SAR Pasaman untuk melakukan pencarian.
Kepala Kantor Basarnas Kelas A Padang, Abdul Malik mengatakan laporan mengenai hilangnya korban diterima Basarnas pada Minggu sekitar pukul 13.40 WIB. Setelah itu Pos SAR Pasaman langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
“Begitu menerima laporan dari pihak keluarga, kami segera mengerahkan personel Pos SAR Pasaman ke lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian. Tim bergerak secepat mungkin agar peluang menemukan korban dapat dimaksimalkan,” kata Abdul Malik, Minggu siang.
Ia menjelaskan, sebanyak sembilan personel diterjunkan dalam operasi pencarian. Tim membawa sejumlah peralatan pendukung, di antaranya satu unit mobil rescue double cabin, ambulans, peralatan jungle rescue, drone thermal, serta perangkat komunikasi.
Berdasarkan informasi yang diterima, korban berangkat menuju kebun seperti aktivitas sehari-harinya. Namun hingga malam hari korban tidak kembali ke rumah dan tidak dapat dihubungi.
“Keluarga bersama masyarakat sebenarnya telah melakukan pencarian secara mandiri di sekitar kebun, jalan menuju kebun, serta jalur yang biasa dilalui korban. Karena belum membuahkan hasil, Basarnas kemudian menerjunkan tim untuk memperluas area pencarian,” ujarnya.
Lokasi pencarian berada sekitar 14 kilometer dari Pos SAR Pasaman atau sekitar 30 menit waktu tempuh melalui jalur darat.
Meski cuaca dilaporkan cerah saat operasi berlangsung, tim menghadapi kendala berupa kondisi jalan menuju lokasi yang berlubang sehingga membutuhkan kehati-hatian.
Abdul Malik berharap masyarakat yang mengetahui atau menemukan tanda-tanda keberadaan korban segera melaporkan kepada petugas agar proses pencarian dapat dilakukan secara lebih efektif.
“Kami mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi agar segera memberikan informasi apabila melihat atau menemukan petunjuk yang berkaitan dengan keberadaan korban. Sinergi antara petugas dan masyarakat sangat penting dalam operasi pencarian ini,” tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian terhadap Yempino Wisman masih terus berlangsung.
Basarnas bersama unsur terkait dan masyarakat terus menyisir area yang diduga menjadi jalur maupun lokasi aktivitas korban. (*)










