Menu

Mode Gelap
Dibalik Penyerangan Beruang di Pasaman, Ternyata Sudah Dua Bulan Lalu Lalang di Kebun Warga  Sedang Menyadap Karet, Warga Pasaman Diserang Beruang Madu Kualitas Udara Sumbar Kembali Memburuk, Padang Pariaman Terparah Dugaan Keracunan MBG di MTsN 1 Pauh Pariaman, Korban bertambah Jadi 123 Siswa dan 5 Masih Dirawat  Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa Kejari Padang Panjang Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Jalan Pasar Sayur Busur

News

Dibalik Penyerangan Beruang di Pasaman, Ternyata Sudah Dua Bulan Lalu Lalang di Kebun Warga 

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Dibalik Penyerangan Beruang di Pasaman, Ternyata Sudah Dua Bulan Lalu Lalang di Kebun Warga  Perbesar

Covesia.co.id — Keberadaan beruang yang menyerang seorang warga di kebun karet Jorong Petok Timur, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, ternyata sudah diketahui sejak dua bulan terakhir.

Beruang tersebut kerap menampakkan diri dan terlihat oleh warga di sekitar pinggir hutan dan kebun warga. Namun penampakan tersebut tidak dilaporkan ke pihak Nagari maupun pihak berwenang.

Kondisi ini membuat upaya pencegahan tidak dilakukan hingga akhirnya terjadi peristiwa penyerangan Beruang terhadap salah seorang warga bernama Yulnitawati (32) yang sedang menyadap karet di kebunnya.

“Beruang tersebut sebenarnya sudah sering terlihat oleh warga sejak dua bulan terakhir di areal pinggir hutan dan kebun warga. Tapi tidak pernah dilaporkan ke pihak Nagari, ” ucap Wali Nagari Panti Selatan, Didi Palimo kepada Covesia.co.id, Selasa (15/9/2026) ketika dikonfirmasi melalui seluler.

Prilaku abai tersebut sangat disayangkan oleh Didi. Mengingat Beruang adalah satwa yang berprilaku aktif jika bertemu dengan manusia.

“Setelah ada kejadian penyerangan, baru melapor ke Nagari. Hal ini sangat disayangkan. Jika sebelumnya dilaporkan, tentu ada upaya pencegahan, ” kata Didi lagi.

Dengan adanya peristiwa ini, pemerintah nagari akan memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait mitigasi konflik dengan satwa liar.

Salah satunya dengan memperluas peran Patroli Anak Nagari (PAGARI) yang sebelumnya dibentuk bersama BKSDA untuk penanganan konflik Harimau Sumatera agar juga dapat membantu menghadapi potensi konflik dengan beruang.

Selain itu, Didi meminta warga meningkatkan kewaspadaan dan untuk sementara waktu menghindari aktivitas sendirian di kebun maupun kawasan hutan.

“Kami mengimbau warga jangan dulu beraktivitas ke kebun atau hutan. Bila memang harus, minimal berdua dan tetap waspada,” ujarnya.

Bahkan, warga baru-baru ini melaporkan kemunculan dua ekor beruang di area perbukitan dekat proyek pembangunan intake Pamsimas, sekitar tiga kilometer dari permukiman.

Kepala Resor Konservasi Wilayah I Pasaman BKSDA Sumatera Barat, Edi Susilo, mengatakan petugas menemukan tanda-tanda keberadaan beruang yang diduga sedang mencari makanan di sekitar kawasan kebun warga.

“Kami telah turun ke lokasi dan menemukan tanda-tanda keberadaan beruang yang sedang mencari makan madu (galo-galo),” kata Edi.

BKSDA kemudian memasang kamera pemantau atau camera trap serta kandang jebak yang diberi umpan madu atau galo-galo untuk mengamankan beruang tersebut.

Sebelumnya, seorang warga bernama Yulnitawati (32) diserang oleh seekor beruang madu saat menyadap karet di kebunnya pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Serangan itu bermula kemunculan beruang secara tiba-tiba didepan korban. Karena takut dan panik, korban berteriak minta tolong.

Akibat teriakan korban, beruang tersebut langsung agresif dan mengigit kaki kanan Yulnitawati hingga pendarahan.

Korban pun melawan dan berupaya melepaskan gigitan beruang tersebut. Tak lama berselang, suami korban datang dan langsung membawanya ke Polindes terdekat. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Sedang Menyadap Karet, Warga Pasaman Diserang Beruang Madu

15 September 2026 - 16:14 WIB

Dugaan Keracunan MBG di MTsN 1 Pauh Pariaman, Korban bertambah Jadi 123 Siswa dan 5 Masih Dirawat 

15 September 2026 - 12:19 WIB

Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

15 September 2026 - 10:42 WIB

Kejari Padang Panjang Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Jalan Pasar Sayur Busur

15 September 2026 - 10:22 WIB

Prabowo Copot Purbaya Yudhi Sadewa Sebagai Menkeu

14 September 2026 - 16:40 WIB

Trending Topik News