Covesia.co.id – Motor bagi sebagian orang tidak hanya menjadi alat transportasi, namun kendaraan roda dua tersebut saat ini telah menjadi bagian dari gaya hidup yang mencerminkan karakter, hobi, serta ekspresi diri. Fenomena “anak motor” dari berbagai jenis kendaraan memang sedang hangat-hangatnya, namun anak Vespa punya pesonanya sendiri.
Anak Vespa memiliki banyak hal menarik untuk dibahas. Selain komunitasnya yang terkenal solid, gaya hidup mereka—yang memadukan hobi, komunitas, dan bumbu gengsi di jalanan—menarik minat banyak orang untuk mulai menjadikan aktivitas riding sebagai rutinitas yang menyenangkan.

Dinukil Covesia dari Jurnal Rekamakna Institut Teknologi Nasional, Kamis (18/6) disampaikan bahwa Vespa diciptakan oleh Piaggio di Italia pada tahun 1946 di tengah keterpurukan pasca-Perang Dunia II. Insinyur penerbangan Corradino D’Ascanio menggunakan suku cadang pesawat dalam proses perancangan skuter ikonik ini. Nama Vespa sendiri berarti “tawon” karena bentuk bodinya yang menyerupai serangga tersebut. Sampai saat ini, Vespa terus berkembang dari model klasik hingga matik.
Fenomena anak Vespa bahkan melintasi batas usia, menjadikannya ruang bertemunya berbagai generasi—antara pencinta Vespa klasik dan kalangan muda dengan Vespa matik modernnya. Selain soal motornya, komunitas menjadi bagian penting dalam gaya hidup anak Vespa yang unik. Dari sana, lahirlah solidaritas di jalanan, kultur otomotif, serta banyak kegiatan positif.
Sumatera Barat sendiri memiliki komunitas Vespanya sendiri. Komunitas ini terkenal aktif serta solid, dan tersebar di berbagai kabupaten/kota. Mereka memiliki agenda rutin berupa touring, bakti sosial, hingga perhelatan akbar tahunan yang mempertemukan ribuan pencinta Vespa—tidak hanya dari Sumatera Barat, melainkan dari berbagai daerah di pulau Sumatera. Komunitas Vespa di Sumatera Barat di antaranya: Taragak Basuo Scooterist Sumatera Barat (TBSS),dan Kumpul Bareng Scooter Sumatera (KBSS)
Event kumpul bareng pencinta Vespa ini telah menjadi rutinitas setiap tahunnya. Pada tahun 2025 lalu, KBSS terselenggara di Alahan Panjang, Solok, pada tanggal 29-31 Agustus 2025. Rangkaian acara yang dihadiri ribuan pencinta Vespa ini meliputi kontes dan pameran Vespa, bakti sosial, pertunjukan seni dan budaya, hingga pameran UMKM dan kuliner lokal.
Vespa tetap dicintai karena desain ikoniknya yang tak lekang oleh waktu, bodi utuh bermaterial baja yang tangguh, serta nilai historis yang kokoh. Di samping itu, kuatnya persatuan komunitas anak Vespa menawarkan sejumlah pelajaran berharga yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari:
Prinsip “Satu Vespa Sejuta Saudara” memberi gambaran kepada kita bagaimana sesama pemilik Vespa saling mendukung dan membantu untuk menciptakan ikatan yang erat di antara mereka.
Kreativitas anak Vespa sering kali membuat kita terpana. Mereka menampilkan wujud motor terbaiknya di jalanan—mulai dari warna bodi, detail modifikasi, hingga penggunaan aksesori. Ini bukan sekadar tentang tampilan, melainkan bentuk cinta terhadap diri sendiri, kreativitas, dan bagaimana mereka menjadikan Vespa sebagai bagian dari identitas diri.
Gotong royong telah menjadi budaya anak Vespa. Mereka sering kali spontan saling membantu tatkala ada sesama pengendara yang mengalami kendala di jalanan.
Komunitas anak Vespa telah menjadi simbol solidaritas dan persaudaraan tanpa batas. Tak heran jika komunitas ini tetap hidup dan terus eksis.
Kamu bagian dari komunitas Vespa? Atau baru mulai jatuh cinta dengan Vespa?
Rawat dan sayangi Vespamu! Dan bagi pencinta Vespa di Sumatera Barat, event Kumpul Bareng Scooter Sumatera (KBSS) ke-XXII akan segera diselenggarakan.
(*)


















