Covesia.co.id – Rute perjalanan Kereta Api dari Kota Padang ke Kota Pariaman memang sudah familiar bagi masyarakat Sumatera Barat. Tapi, di moment puncak pesta Tabuik di Kota Pariaman yang akan berlangsung tanggal 28 Juni 2026 besok, bakal menjadi magnet untuk mendatangkan para wisatawan nasional dan internasional.
Moda transportasi pilihan yang utama untuk mencapai Kota Pariaman dari Ibukota Provinsi Sumatera Barat, yakni Kota Padang adalah Kereta Api.
Mengambil kesempatan ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumatera Barat bakal memberikan rute yang menarik perhatian, yakni menyuguhkan pesona alam dan budaya Minangkabau yang elok dimata.
Disamping memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman dan terjangkau. Para wisatawan akan menikmati hamparan sawah hijau dan pemandangan gunung Tandikat dan Singgalang yang megah di sisi utara.
Sekaligus hamparan pantai nan biru dan jernih. Semua layanan ini bakal didapat diatas Kereta Api Pariaman Ekspres.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa KA Pariaman Ekspres beroperasi sebanyak 10 perjalanan setiap hari dengan kapasitas 4.240 tempat duduk yang melayani relasi Pauh Lima – Padang – Pariaman – Naras.
“KA Pariaman Ekspres tidak hanya menjadi moda transportasi yang ekonomis, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang unik dengan menyuguhkan panorama alam pesisir, hamparan sawah hijau, serta suasana khas perkampungan Minangkabau sepanjang perjalanan,” ujar Reza pada Covesia.co.id, Rabu (24/6/2026).
Hanya dengan tarif hanya Rp5.000 dan selama 1,5 jam perjalanan. Para wisatawan bisa mencuci mata dan refresh otak dengan panorama laut yang membentang di sisi jalur kereta, persawahan yang asri, serta kehidupan masyarakat lokal yang masih kental dengan budaya Minangkabau.
Setibanya di Stasiun Pariaman, pelanggan hanya perlu berjalan sekitar 200 meter untuk mencapai Pantai Gandoriah, salah satu destinasi wisata unggulan Sumatera Barat yang menawarkan keindahan pantai, kuliner khas, serta berbagai aktivitas wisata keluarga.
Apalagi saat Pemko Pariaman tengah menggelar prosesi persiapan Acara Tabuik. Dimana acara puncak bakal dilangsungkan pada tanggal 28 Juni 2026 nanti. Masyarakat dan wisatawan Selain menikmati dapat menyaksikan Festival Tabuik. Sebuah tradisi budaya lokal yang telah dikenal secara nasional. Festival ini diselenggarakan setiap tahun pada 1–10 Muharram sebagai bentuk peringatan Asyura.
Tabuik berasal dari kata Arab tabut yang berarti peti. Dalam pelaksanaannya, Tabuik diwujudkan dalam bentuk replika menara berhias megah yang diarak melalui prosesi budaya yang diiringi tabuhan tasa, pertunjukan silek (silat tradisional), tarian, hingga prosesi puncak berupa pembuangan Tabuik ke laut. Tradisi yang sarat nilai sejarah dan budaya tersebut setiap tahunnya mampu menarik ribuan wisatawan dari berbagai daerah. (*)










