Menu ✖

Mode Gelap
Pernah Pimpin Birokrasi Padang Pariaman, Kini Rudy Repenaldi Rilis Jadi Sekda Solok Reaktivasi Terminal Anak Air di Kota Padang Dimulai, Bus AKDP dari Arah Utara Wajib Masuk Sidak di BIM, Kemenhaj Sumbar Temukan Travel Umrah Tak Berizin Saat Berangkatkan Jemaah Rakik Maco, Camilan Gurih Khas Minangkabau yang Bikin Ketagihan Polri Larang Personel Gunakan Vape, Berlaku Juga Untuk Tamu di Mabes Hingga Polsek Kapal Mati Mesin, Dua Nelayan Dilaporkan Terjebak di Perairan Siberut Utara 

News

Ada Aset Pemprov Sumbar Diduga Dimanfaatkan Swasta Tanpa Bagi Hasil

Safira Ariel Putribadge-check

Ada Aset Pemprov Sumbar Diduga Dimanfaatkan Swasta Tanpa Bagi Hasil Perbesar

Covesia.co.id – Sebuah aset pemerintah Provinsi Sumatera Barat berupa lahan seluas 108 hektar diduga dimanfaatkan PT Padang Industrial Park (PIP) sejak akhir tahun 1995. Namun sejak aset tersebut dikelola, diduga Pemprov Sumbar tidak pernah mendapatkan bagi hasil (Deviden) dari laba usaha.

Penyerahan lahan seluas 108 hektar tersebut tertuang dalam Perda no 5 Tahun 1995 tertanggal 11 Mei 1995.

Perda tersebut tentang Penyertaan Modal Pada Pihak Ketiga Sebagai Pendiri Dalam Pembentukan Perseroan Terbatas Andalas Rekasindo Pratama (PT ARP). Namun dalam perjalanannya, PT ARP menyerahkan lahan tersebut kepada PT PIP

Direktur Eksekutif Forum Pemuda Sumbar, Muhammad Jamil mengatakan di tahun 1994, ada pembicaraan antara pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang saat itu dipimpin langsung oleh Gubernur (alm) Hasan Basri Durin dengan seorang pengusaha bernama Gusman Gaus untuk mendirikan PT ARP.

Pembicaraan tersebut menyepakati pembagian modal dan saham antara Pemprov Sumbar dengan para investor.

“Karena sudah ada kesepakatan pendirian PT ARP, Pemprov Sumbar menyerahkan lahan seluas 108 hektar yang dibeli melalui APBD sebagai pihak pemodal dan memiliki saham dalam PT ARP. Penyerahan lahan ini tertuang dalam Perda No 5 tahun 1995,” kata Jamil kepada Covesia.co.id, Jumat (18/9/2026).

Setelah lahan diserahkan, PT ARP kemudian bekerja sama dengan pengusaha asal Johor, Malaysia untuk membuat perusahaan Patokan (Joint Venture), yakni PT PIP.

Kemudian dalam pengembangannya, PT PIP memecah lahan kepada beberapa perusahaan hingga terbit 8 Hak Guna Usaha (HGU). Sebagian lagi dialihkan ke pihak lain.

“Lahan tersebut dipecah dan terbitlah 8 HGU. Bahkan sebagian lagi dialihkan ke pihak lain. Nah, yang ke pihak lain ini patut dipertanyakan, apakah ada proses jual beli diatas aset Pemprov Sumbar ini,” kata Jamil.

Selain itu, sejak dikembangkan menjadi kawasan industri hibgga saat ini. Aset yang berdiri di lahan 108 hektar ini sudah mencapai Triliunan Rupiah, namun deviden untuk Pemprov Sumbar tidak ada sama sekali.

“Aset yang beroperasi di lahan 108 hektar tersebut sudah triliunan rupiah. Tapi kenapa bagi hasil ke Pemprov tidak ada sama sekali sampai sekarang?. Padahal Pemprov Sumbar adalah pemegang saham juga. Deviden bisa jadi PAD yang bermanfaat untuk masyarakat Sumbar, ” kata Jamil lagi.

Sementara itu Kabiro Perekonomian Provinsi Sumatera Barat Abdhul Aziz Usman ketika dikonfirmasi Covesia.co.id mengaku tidak begitu memahami persoalan PT ARP.

Dirinya hanya mengetahui lahan yang diserahkan kepada PT ARP memang sudah dikelola oleh PT PIP.

“Saya kurang memahami persoalan ini. Namun lahan 108 hektar tersebut memang dikelola oleh PT PIP, ” kata Abdhul Aziz kepada Covesia.co.id pada Jumat (18/9/2026).

Ketika ditanya soal Deviden dari lahan tersebut, Abdhul Aziz mengatakan tidak ada ada deviden yang diterima Pemprov Sumbar dari usaha yang berdiri diatas lahan 108 hektar tersebut.

“Tidak ada deviden dari PT ARP. Tidak ada bagi hasil dari usaha diatas lahan 108 hektar itu, ” kata Abdhul Aziz. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Pernah Pimpin Birokrasi Padang Pariaman, Kini Rudy Repenaldi Rilis Jadi Sekda Solok

3 November 2026 - 09:17 WIB

Reaktivasi Terminal Anak Air di Kota Padang Dimulai, Bus AKDP dari Arah Utara Wajib Masuk

3 November 2026 - 07:07 WIB

Sidak di BIM, Kemenhaj Sumbar Temukan Travel Umrah Tak Berizin Saat Berangkatkan Jemaah

3 November 2026 - 06:51 WIB

Polri Larang Personel Gunakan Vape, Berlaku Juga Untuk Tamu di Mabes Hingga Polsek

3 November 2026 - 06:26 WIB

Kapal Mati Mesin, Dua Nelayan Dilaporkan Terjebak di Perairan Siberut Utara 

3 November 2026 - 06:14 WIB

Trending Topik News