Menu

Mode Gelap
Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara Ditebus Rp 100 Juta, Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dievakuasi Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar Hari Ini PN Pekanbaru Bacakan Vonis Gubernur Riau Nonaktif Pemko Padang Matangkan Persiapan Menuju Kota Gastronomi Dunia

News

Sempat Dilaporkan Hilang, Petani di Pasaman Barat Ditemukan Meninggal Dunia di Tepi Sungai

badge-check

Sempat Dilaporkan Hilang, Petani di Pasaman Barat Ditemukan Meninggal Dunia di Tepi Sungai Perbesar

Covesia.co.id  – Seorang petani bernama Yempino Wisman (49), warga Banir Tambuk, Jorong Limpato, Nagari Kajai, Kabupaten Pasaman Barat, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat pergi ke kebun, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (26/7/2026) sore.

Korban ditemukan sekitar pukul 17.50 WIB oleh Tim SAR gabungan setelah dilakukan penyisiran di kawasan perkebunan.

Lokasi penemuan berada sekitar 500 meter dari titik yang diperkirakan menjadi lokasi awal hilangnya korban. Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke Puskesmas Kajai untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Padang, Abdul Malik mengatakan korban sebelumnya berangkat ke kebun pada Sabtu (25/7/2026) seperti rutinitas sehari-hari.

Namun hingga malam hari korban tak kunjung pulang sehingga keluarga bersama warga melakukan pencarian secara mandiri sebelum meminta bantuan Basarnas.

“Setelah menerima laporan, Tim Rescue Pos SAR Pasaman langsung kami kerahkan menuju lokasi untuk bergabung dengan unsur SAR gabungan melakukan pencarian. Alhamdulillah korban berhasil ditemukan, namun dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi ke Puskesmas Kajai,” kata Abdul Malik.

Laporan kejadian diterima Basarnas pada Minggu pukul 13.40 WIB. Sebanyak sembilan personel Pos SAR Pasaman diberangkatkan menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 15.00 WIB.

Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan pemerintah nagari, BPBD, serta unsur terkait sebelum memulai penyisiran di area perkebunan.

Sekitar dua jam lima puluh menit pencarian berlangsung, korban akhirnya ditemukan di area yang diduga masih berada di jalur menuju kebun.

Dalam operasi tersebut, Basarnas mengerahkan berbagai peralatan pendukung, di antaranya rescue car double cabin, ambulans, perlengkapan jungle rescue, drone thermal, serta perangkat komunikasi.

Operasi SAR melibatkan sedikitnya 26 personel dari berbagai unsur, yakni Pos SAR Pasaman, Polsek Talamau, BPBD Pasaman Barat, KSB Nagari Kajai, dan Local Hero Rescue.

Selama proses pencarian, tim menghadapi kendala berupa kondisi jalan menuju lokasi yang berlubang, meski cuaca dilaporkan cerah sehingga tidak menghambat proses penyisiran secara signifikan.  (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara

30 Juli 2026 - 15:24 WIB

Ditebus Rp 100 Juta, Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dievakuasi

30 Juli 2026 - 15:01 WIB

Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan

30 Juli 2026 - 13:54 WIB

Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar

30 Juli 2026 - 13:34 WIB

Hari Ini PN Pekanbaru Bacakan Vonis Gubernur Riau Nonaktif

30 Juli 2026 - 09:48 WIB

Trending Topik News