Covesia.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja Dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Padang Pariaman mencatat ratusan laporan evakuasi rescue (pertolongan-red) dari masyarakat selama semester 1 di tahun 2026 ini.
Kategori rescue hewan liar ular dan tawon mendominasi dengan angka yang cukup signifikan. Selain itu, ada juga evakuasi bayi tertimpa pohon, banjir, jari tersangkut hingga dompet masuk selokan.
Kepala Satpol PP dan Damkar Padang Pariaman, Rifki Monrizal mengatakan selama periode Januari hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 119 laporan rescue yang masuk ke instansinya.
“Selama periodenya semester 1 tahun 2026, ada 119 laporan. Seluruhnya berhasil ditangani dengan baik tanpa ada kendala yang berarti, ” Ucap Rifki kepada Covesia.co.id pada Senin (27/7/2026).
Dalam 119 laporan rescue tersebut, evakuasi ular di rumah masyarakat mencapai 46 laporan, kemudian disusul evakuasi sarang tawon sebanyak 36 laporan.
“Untuk evakuasi ular ada 46 laporan, baik yang masuk ke rumah masyarakat maupun di areal publik. Termasuk di perkebunan yang mengancam keselamatan pemilik kebun.
Kemudian ada juga tawon dengan 36 laporan. Mayoritas sarang tawon ini di evakuasi di dalam dan halaman rumah warga, ” Kata Rifki lagi.
Selain itu, ada laporan berupa cincin yang sulit dilepas dari jari warga sebanyak 12 laporan, evakuasi anjing liar 5 laporan dan biawak 4 laporan.
Kemudian evakuasi kucing 3 laporan dan sapi 2 laporan. Termasuk evakuasi satwa yang dilindungi seperti musang, kukang dan trenggiling masing-masing satu laporan.
“Untuk satwa yang dilindungi oleh negara, kami berkoordinasi dan menyerahkannya ke BKSDA Sumbar, ” kata Rifki lagi.
Sedangkan hewan yang tidak dilindungi, akan dilepasliarkan kembali ke alam liar. Seperti ke tengah hutan maupun tepi sungai yang jauh dari pemukiman warga.
Ada juga laporan evakuasi kunci kendaraan sebanyak 3 laporan, warga terjebak di dalam WC mesjid sebanyak 3 laporan, evakuasi dompet dalam selokan 1 laporan, dan jari tersangkut 3 laporan.
Disebutkan Rifki, dengan banyaknya laporan rescue yang masuk ke Satpol PP dan Damkar Kabupaten Padang Pariaman, menandakan fenomena di lapangan cukup tinggi dan beragam.
Masyarakat tetap diminta untuk tidak segan melapor ke Satpol PP dan Damkar apabila membutuhkan Rescue.
“Selain terus sosialisasi terhadap penanganan rescue, kami juga turut menghimbau masyarakat untuk tidak segan meminta pertolongan dari tim kami. Selama 24 jam tim stand by menerima laporan, ” Ucap Rifki lagi. (*)










