Covesia.co.id – PT Kereta Api Divre II Sumatera Barat menyampaikan permohonan maaf terkait banyaknya pengendara roda 2 yang jatuh akibat tergelincir saat melintasi rel melintang di jalan utama Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman. Diduga faktor Retakan jalan akibat getaran rel saat kereta api melintas menjadi penyebab utama.
Permohonan maaf ini disampaikan oleh Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab dalam keterangan resmi yang diterima Covesia.co.id, Senin (6/7/2026).
“Kami menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Sumatera Barat perihal kondisi perlintasan rel kereta api di jalan utama. Kami memahami harapan masyarakat agar kondisi perlintasan dapat segera ditangani. KAI saat ini terus menjadi komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” ujar Reza.
Adapun rel kereta api yang rentan terhadap. Pengendara roda dua berada di Tabing, Lubuk Buaya dan Duku. Ketiga rel ini melintang di jalan utama.
Reza menuturkan PT KAI sangat ingin melakukan perbaikan. Karena menyangkut keselamatan masyarakat.
Namun, perbaikan tidak hanya tertumpu pada PT KAI saja. Ada kehadiran pemerintah, instansi terkait dan masyarakat yang turut membantu dalam perbaikan.
“Kami mendorong percepatan penanganan infrastruktur dan siap kolaborasi, ” Katanya lagi.
Sebelumnya viral di Media Sosial, seorang pengendraa sepeda motor jatuh tergelincir di Rel Kereta Api Tabing.
Unggahan tersebut banyak Mendapat respon dari warganet, dan mendesak PT KAI Divre II Sumbar untuk memperbaiki perlintasan rel kereta pai di jalan utama, karena sudah banyak memakan korban jiwa maupun luka. (*)










