Covesia.co.id – Timnas Prancis memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan menundukkan Swedia dengan skor telak 3-0 pada laga babak 32 besar di New York, New Jersey Stadium, Rabu (1/7/2026) pagi WIB.
Kemenangan tersebut semakin menegaskan status Prancis sebagai salah satu kandidat kuat juara. Di saat sejumlah tim unggulan seperti Jerman dan Belanda harus tersingkir lebih awal, pasukan Didier Deschamps justru melaju tanpa banyak kesulitan dan kini bersiap menghadapi Paraguay yang sebelumnya menyingkirkan Jerman melalui adu penalti.
Bintang kemenangan Prancis kembali dipegang oleh Kylian Mbappe. Sang kapten mencetak dua gol, sementara satu gol lainnya disumbangkan Bradley Barcola. Tambahan dua gol itu membuat Mbappe mengoleksi enam gol di Piala Dunia 2026, menyamai torehan Lionel Messi di puncak daftar pencetak gol terbanyak turnamen.
Sejak menit awal pertandingan, Swedia sebenarnya tampil percaya diri. Tim asuhan Graham Potter sempat memberikan ancaman melalui Alexander Isak yang menerima umpan Viktor Gyokeres. Namun peluang tersebut berhasil diamankan kiper Mike Maignan.
Setelah itu, Prancis perlahan mengambil alih jalannya pertandingan. Kecepatan Mbappe, Ousmane Dembele, dan Bradley Barcola berkali-kali memaksa lini pertahanan Swedia bekerja ekstra keras.
Mbappe sebenarnya sempat membobol gawang Swedia pada menit ke-20. Namun gol tersebut dianulir wasit setelah tinjauan hakim garis menyatakan sang penyerang berada dalam posisi offside.
Tekanan Prancis terus berlanjut. Adrien Rabiot, Michael Olise, hingga Dembele memperoleh peluang emas, tetapi penampilan gemilang Jacob Zetterstrom di bawah mistar gawang membuat Swedia masih mampu bertahan.
Kebuntuan akhirnya pecah tepat sebelum turun minum. Pada menit ke-45, Mbappe menerima umpan pendek dari Dembele hasil skema sepak pojok. Dengan satu gerakan mengecoh bek lawan, penyerang Real Madrid itu melepaskan tembakan melengkung ke sudut gawang yang tak mampu dijangkau Zetterstrom. Prancis menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Memasuki babak kedua, Les Bleus tidak mengendurkan tekanan. Permainan cepat yang diperagakan lini tengah Prancis membuat Swedia kesulitan mengembangkan permainan.
Keunggulan Prancis bertambah melalui serangan balik cepat. Berawal dari keberhasilan Aurelien Tchouameni merebut bola di lini tengah, Michael Olise mengirim umpan terobosan matang kepada Bradley Barcola. Winger Paris Saint-Germain itu dengan tenang menaklukkan Zetterstrom dan mengubah skor menjadi 2-0.
Gol kedua membuat mental para pemain Swedia mulai menurun. Sebaliknya, Prancis semakin percaya diri menguasai pertandingan dan terus menciptakan peluang demi peluang.
Mbappe akhirnya memastikan kemenangan Les Bleus pada menit ke-74. Kembali berawal dari umpan akurat Michael Olise, Mbappe lolos dari jebakan offside sebelum melepaskan penyelesaian dingin ke pojok gawang. Gol tersebut sekaligus menutup kemenangan Prancis dengan skor 3-0.
Di sisa pertandingan, Didier Deschamps mulai menarik sejumlah pemain inti seperti Mbappe, Dembele, Olise, Jules Kounde, dan Lucas Digne untuk menjaga kondisi fisik jelang babak berikutnya.
Swedia sempat berusaha mencetak gol hiburan melalui Viktor Gyokeres pada menit-menit akhir. Namun Mike Maignan kembali tampil sigap mengamankan gawang Prancis hingga peluit panjang berbunyi.
Usai pertandingan, gelandang Prancis Aurelien Tchouameni menegaskan timnya belum puas meski berhasil lolos dengan kemenangan meyakinkan.
“Ini pertandingan yang sulit, tetapi kami datang dengan target menang dan kami berhasil melakukannya. Sekarang kami harus memulihkan kondisi dan mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya,” ujar Tchouameni yang dikutip dari BBC.
Ia juga menegaskan Prancis memiliki keseimbangan permainan yang baik, baik saat menyerang maupun bertahan.
“Kami tahu kualitas yang kami miliki sebagai tim. Yang terpenting adalah tetap fokus, terus bekerja keras, dan menatap laga berikutnya,” tambahnya.
Kemenangan ini membawa Prancis menghadapi Paraguay pada babak 16 besar yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Juli 2026. Meski Paraguay datang dengan modal menyingkirkan Jerman lewat adu penalti, performa impresif Les Bleus membuat mereka layak disebut sebagai ancaman serius bagi wakil Amerika Selatan tersebut. (*)











