Menu

Mode Gelap
Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara Ditebus Rp 100 Juta, Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dievakuasi Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar Hari Ini PN Pekanbaru Bacakan Vonis Gubernur Riau Nonaktif Pemko Padang Matangkan Persiapan Menuju Kota Gastronomi Dunia

Lapsus

Tokoh Agama Dorong Peran Keluarga dan Sekolah Bendung Isu LGBT

badge-check

Tokoh Agama Dorong Peran Keluarga dan Sekolah Bendung Isu LGBT Perbesar

Covesia.co.id – Isu LGBT masih menjadi perhatian hangat di tengah masyarakat dan memicu beragam pandangan dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama. Pakar agama Islam, Duski Samad, menilai pembahasan mengenai isu ini perlu dipahami secara utuh, terutama dengan membedakan antara penghormatan terhadap martabat manusia dan penilaian agama terhadap suatu perilaku.

Dalam wawancara bersama Covesia.co.id, Duski menjelaskan bahwa setiap manusia adalah ciptaan Allah SWT yang memiliki kemuliaan, sehingga wajib diperlakukan secara adil dan penuh penghormatan. Namun di sisi lain, Islam memiliki aturan dan ketentuan moral yang tegas mengenai perilaku yang dibolehkan maupun dilarang.

“Islam mengajarkan bahwa setiap manusia adalah makhluk Allah SWT yang memiliki kemuliaan dan hak untuk diperlakukan secara adil. Namun pada saat yang sama, Islam juga memiliki ketentuan moral mengenai perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan,” ujarnya pada Jumat (24/7/2026).

Ia memaparkan bahwa pandangan tersebut berlandaskan sejumlah ayat Al-Qur’an, di antaranya kisah Nabi Luth AS dalam Surah Al-A’raf ayat 80–84, Surah Hud ayat 77–83, Surah Asy-Syu’ara ayat 165–166, dan Surah An-Naml ayat 54–58. Selain Al-Qur’an, hadis Nabi Muhammad SAW turut menjadi rujukan utama para ulama dalam menetapkan hukum terkait hubungan seksual sesama jenis.

Menurut Duski, mayoritas ulama—baik dalam fikih klasik maupun kontemporer—sepakat bahwa praktik hubungan seksual sesama jenis tidak sesuai dengan syariat. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa pendekatan kepada generasi muda tidak boleh dilakukan melalui penghakiman atau celaan.

“Kita hendaknya tidak membangun budaya saling mencela dan memberi stigma. Tugas seorang mukmin adalah saling menolong dalam kebaikan. Dakwah yang diajarkan Rasulullah SAW adalah dakwah yang penuh hikmah, kelembutan, kasih sayang, dan keteladanan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengimbau para orang tua untuk memperkuat komunikasi di dalam keluarga. Ia juga berharap para guru dapat hadir sebagai pendidik sekaligus pembimbing, serta tokoh agama mampu menyajikan dakwah yang menyejukkan dan membuka ruang dialog bagi generasi muda. Menurutnya, langkah pencegahan melalui pendidikan dan pembinaan karakter jauh lebih efektif dibanding penanganan saat persoalan sudah terlanjur meluas.

Duski turut mengingatkan generasi muda agar tidak pernah berkecil hati atau kehilangan harapan apabila pernah berbuat kesalahan. Dalam ajaran Islam, pintu rahmat dan tobat Allah SWT selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang berniat memperbaiki diri.

Menutup wawancaranya, ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11 sebagai pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari dalam diri sendiri. Ia berharap generasi muda Indonesia dapat tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta memberikan manfaat luas bagi agama, bangsa, dan masyarakat. (*)

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Fenomena LGBT di Sumbar, PBHI Dorong Regulasi yang Tidak Mencederai Hak Individu

24 Juli 2026 - 10:33 WIB

Sosiolog UIN IB : Regulasi Baru Terkait Isu LGBT Harus Didahului Kajian Mendalam

22 Juli 2026 - 20:13 WIB

Mantan Anggota DPR RI ini Dorong Aturan Khusus Cegah LGBT di Sumbar

22 Juli 2026 - 19:46 WIB

Soal LGBT, GP Anshor Sumbar Minta Regulasi Hukum Yang Menjaga Marwah Minangkabau

22 Juli 2026 - 11:42 WIB

Psikolog : LGBT Perlu Dilihat dari Kesehatan Mental, Bukan Gangguan Jiwa

21 Juli 2026 - 18:09 WIB

Trending Topik Lapsus