Menu ✖

Mode Gelap
Pelabuhan Teluk Tapang Disiapkan Jadi Pusat Industri dan Energi Nasional Polres Pariaman Tangkap Pria 56 Tahun Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik Kebakaran Dini Hari Hanguskan Studio Foto di Padang Sambut HUT ke-81 Brimob, Polda Sumbar Bersihkan Pantai Purus Padang Harga Batu Bara November 2026 Turun, Kalori Menengah dan Rendah Naik SMKN 1 Sasak Direlokasi, Rp3 Miliar Digelontorkan untuk Atasi Ancaman Banjir

News

Nyata Hadir di Pelosok, Pemerintah Prabowo Percepat Infrastruktur dan Kesejahteraan Rakyat

Redaksi Covesiabadge-check

Nyata Hadir di Pelosok, Pemerintah Prabowo Percepat Infrastruktur dan Kesejahteraan Rakyat Perbesar

Covesia.co.id – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menempatkan kepentingan rakyat sebagai kompas utama setiap kebijakan. Dalam satu setengah tahun perjalanannya, negara mengeklaim telah hadir hingga ke tingkat desa melalui berbagai program percepatan pembangunan yang berdampak langsung pada akar rumput.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat berjuang sendirian menghadapi kesulitan. “Negara hadir, bekerja, dan berpihak kepada rakyat,” tegas Teddy dalam keterangan tertulisnya yang dinukil dari setkba.go.id, Rabu (18/3).
Akses Pendidikan dan Fasilitas Layak
Salah satu capaian mencolok yang dipaparkan adalah pembangunan 218 jembatan gantung yang rampung hanya dalam waktu 2,5 bulan. Langkah cepat ini diambil untuk menjamin akses aman bagi siswa menuju sekolah.

“Anak-anak kini dapat menyeberang sungai menuju sekolah dengan lebih aman tanpa harus melepas sepatu,” jelas Seskab.

Tak hanya akses jalan, pemerintah juga melakukan perbaikan masif pada sarana belajar. Tercatat, lebih dari 16.000 sekolah dan fasilitas sanitasi telah direnovasi dalam tahun pertama pemerintahan guna menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan layak.

Di sisi lain, pemerintah mulai merambah perlindungan di dunia siber melalui implementasi PP TUNAS (Tunggu Anak Siap) guna membangun ekosistem digital yang aman bagi generasi muda.

Pada sektor ekonomi, penguatan UMKM lokal dipacu melalui program “Gentengisasi”. Selain itu, skema pemberdayaan produktif juga menyasar warga binaan di Nusakambangan dan Kendal melalui panen raya udang di lahan seluas 200 hektare.

Kehadiran negara juga menyentuh aspek religius dan tradisi lokal. Di Aceh, pemerintah mendukung penguatan kehidupan sosial dengan menyalurkan 70.000 Al-Qur’an serta bantuan 3.000 ekor sapi untuk mendukung tradisi Meugang.

“Pemerataan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan terus diupayakan agar manfaatnya dirasakan hingga ke desa, dusun, dan dukuh,” pungkas Teddy.

Melalui integrasi pembangunan fisik dan penguatan kesejahteraan ini, pemerintah optimistis kehadiran negara dapat dirasakan hingga ke pelosok negeri, sekaligus menumbuhkan harapan baru bagi seluruh rakyat Indonesia. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Pelabuhan Teluk Tapang Disiapkan Jadi Pusat Industri dan Energi Nasional

6 November 2026 - 16:45 WIB

Polres Pariaman Tangkap Pria 56 Tahun Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

6 November 2026 - 15:43 WIB

Kebakaran Dini Hari Hanguskan Studio Foto di Padang

6 November 2026 - 15:06 WIB

Sambut HUT ke-81 Brimob, Polda Sumbar Bersihkan Pantai Purus Padang

6 November 2026 - 11:33 WIB

Harga Batu Bara November 2026 Turun, Kalori Menengah dan Rendah Naik

6 November 2026 - 11:26 WIB

Trending Topik Ekonomi dan Bisnis