Menu

Mode Gelap
Korban TPPO di Myanmar Asal Sumbar Dipulangkan, Kini di Shelter BP3MI LBH Sumbar: Lemahnya Pengawasan Picu Pembakaran Hutan Berulang Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dipulangkan ke Indonesia Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar

News

Nyata Hadir di Pelosok, Pemerintah Prabowo Percepat Infrastruktur dan Kesejahteraan Rakyat

badge-check

Nyata Hadir di Pelosok, Pemerintah Prabowo Percepat Infrastruktur dan Kesejahteraan Rakyat Perbesar

Covesia.co.id – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menempatkan kepentingan rakyat sebagai kompas utama setiap kebijakan. Dalam satu setengah tahun perjalanannya, negara mengeklaim telah hadir hingga ke tingkat desa melalui berbagai program percepatan pembangunan yang berdampak langsung pada akar rumput.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat berjuang sendirian menghadapi kesulitan. “Negara hadir, bekerja, dan berpihak kepada rakyat,” tegas Teddy dalam keterangan tertulisnya yang dinukil dari setkba.go.id, Rabu (18/3).
Akses Pendidikan dan Fasilitas Layak
Salah satu capaian mencolok yang dipaparkan adalah pembangunan 218 jembatan gantung yang rampung hanya dalam waktu 2,5 bulan. Langkah cepat ini diambil untuk menjamin akses aman bagi siswa menuju sekolah.

“Anak-anak kini dapat menyeberang sungai menuju sekolah dengan lebih aman tanpa harus melepas sepatu,” jelas Seskab.

Tak hanya akses jalan, pemerintah juga melakukan perbaikan masif pada sarana belajar. Tercatat, lebih dari 16.000 sekolah dan fasilitas sanitasi telah direnovasi dalam tahun pertama pemerintahan guna menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan layak.

Di sisi lain, pemerintah mulai merambah perlindungan di dunia siber melalui implementasi PP TUNAS (Tunggu Anak Siap) guna membangun ekosistem digital yang aman bagi generasi muda.

Pada sektor ekonomi, penguatan UMKM lokal dipacu melalui program “Gentengisasi”. Selain itu, skema pemberdayaan produktif juga menyasar warga binaan di Nusakambangan dan Kendal melalui panen raya udang di lahan seluas 200 hektare.

Kehadiran negara juga menyentuh aspek religius dan tradisi lokal. Di Aceh, pemerintah mendukung penguatan kehidupan sosial dengan menyalurkan 70.000 Al-Qur’an serta bantuan 3.000 ekor sapi untuk mendukung tradisi Meugang.

“Pemerataan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan terus diupayakan agar manfaatnya dirasakan hingga ke desa, dusun, dan dukuh,” pungkas Teddy.

Melalui integrasi pembangunan fisik dan penguatan kesejahteraan ini, pemerintah optimistis kehadiran negara dapat dirasakan hingga ke pelosok negeri, sekaligus menumbuhkan harapan baru bagi seluruh rakyat Indonesia. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Korban TPPO di Myanmar Asal Sumbar Dipulangkan, Kini di Shelter BP3MI

30 Juli 2026 - 21:17 WIB

LBH Sumbar: Lemahnya Pengawasan Picu Pembakaran Hutan Berulang

30 Juli 2026 - 18:53 WIB

Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara

30 Juli 2026 - 15:24 WIB

Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dipulangkan ke Indonesia

30 Juli 2026 - 15:01 WIB

Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan

30 Juli 2026 - 13:54 WIB

Trending Topik News