Menu

Dark Mode
Gempa M 4,7 Guncang Pariaman Minggu Pagi Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Masih Bergulir, 4 Prajurit TNI Ajukan Banding Sudah Mendunia: Gebrakan Baru Nasi Padang Keliling Bukti Eksistensinya Tak Tergerus Zaman Proyek Jembatan Rp 25 Miliar di Padang Pariaman Ambruk, Kejati Sumbar Tetapkan 3 Tersangka Minangkan Indonesia: Pesona Lagu Minang Menembus Pasar Nasional Menikmati Sawah dan Pantai Menuju Festival Tabuik Pariaman dengan Tiket Rp 5.000

News

Monumen yang Kandas: Ironi Eks KRI Teluk Bone 511 yang Menepi Bersama Mimpi

badge-check


Monumen yang Kandas: Ironi Eks KRI Teluk Bone 511 yang Menepi Bersama Mimpi Perbesar

Covesia.co.id — Ombak Pantai Pauh, Pesisir Barat Kota Pariaman, datang dan pergi menghantam lambung besi yang tak lagi kokoh. Di sana, terasing dari riuh pemukiman warga, sebongkah raksasa besi berdiri dengan posisi miring, membelintang pasrah di atas pasir. Ia adalah eks KRI Teluk Bone 511. Berjaya di masanya, kapal perang yang telah mengarungi berbagai samudra dunia itu kini menepi kesepian, menunggu nasib yang kian samar.

Tak ada lagi deru mesin yang menggetarkan lautan. Tak ada lagi langkah tegap ratusan prajurit di atas geladaknya. Yang tersisa hanyalah empasan ombak silih berganti yang perlahan menggerogoti badannya yang kian keropos dimakan usia dan karat.

Melihat kondisinya saat ini, sulit dibayangkan bahwa raksasa sepanjang 100 meter dan lebar 15 meter ini adalah saksi bisu sejarah global. Lahir pada tahun 1944 di Amerika Serikat dengan nama USS Iredell County (LST-839), kapal jenis Landing Ship Tank ini punya andil besar dalam berkecamuknya Perang Dunia II.

Ia membelah samudera melintasi belahan dunia, sebelum akhirnya berpindah tangan ke pangkuan Ibu Pertiwi pada tahun 1979 dan berganti nama menjadi KRI Teluk Bone 511. Di bawah bendera Indonesia, ketangguhannya kembali diuji dalam berbagai operasi militer penting, termasuk operasi di Timor Timur.

Sangar, kokoh, dan seakan tidak akan pernah rapuh—begitulah memori yang melekat pada kapal ini saat masa jayanya aktif membelah laut tanpa lelah. Namun, usia adalah keniscayaan yang tak bisa dilawan oleh besi sekalipun.

Harapan sempat membubung tinggi ketika pada September 2023, eks kapal perang ini ditarik jauh-jauh dari Surabaya menuju perairan Kota Pariaman. Niatannya mulia: menyulap sang veteran laut menjadi sebuah museum bahari megah. Pariaman, kota dengan rekam jejak sejarah kemaritiman yang panjang, dirasa menjadi pelabuhan terakhir yang paling terhormat bagi sang legenda.

“Ya, kapal tersebut ditarik dari Surabaya ke Kota Pariaman menggunakan kapal khusus,” tutur Afwandi yang kala itu menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kota Pariaman.

Namun, kenyataan tak seindah rencana di atas kertas. Setahun lebih berlalu sejak kedatangannya, eks KRI Teluk Bone 511 justru terlantar tanpa dermaga dan kru. Jangankan menjadi pusat edukasi bahari yang ramai dikunjungi, kapal ini kini justru memicu cerita-cerita miring di tengah masyarakat akibat kondisinya yang terbengkalai.

Saat ditanya mengenai kelanjutan proyek ambisius ini, pihak Dinas Perhubungan mengaku tidak bisa berbuat banyak. Pemanfaatan dan tindak lanjut pembangunan museum rupanya berada di luar ranah mereka.

“Tugas kita selesai setelah kapal sampai di Pariaman,” ujar Afwandi lugas.

Kini, eks KRI Teluk Bone 511 seolah dipaksa menerima takdirnya yang dingin dan terpinggirkan. Alih-alih menjadi monumen kebanggaan yang menginspirasi, posisinya yang miring dan tak terawat hanya menjadi pemandangan yang lewat begitu saja bagi warga yang melintas.

Hanya sedikit orang yang tahu, atau sekadar ingat, betapa mengerikannya kapal ini saat masih berstatus sebagai mesin perang. Entah sudah berapa ribu mil laut yang ia taklukkan, dan entah sudah berapa ribu prajurit yang menggantungkan keselamatan di atas geladaknya.

Di pinggiran Pantai Pariaman, sang veteran samudera itu kini diam seribu bahasa. Ia tidak hanya menepi dari lautan, tetapi juga menepi bersama mimpi-mimpi besar yang perlahan mulai luntur tertutup karat. (*)

Facebook Comments Box

Kabar lainnya

Gempa M 4,7 Guncang Pariaman Minggu Pagi

21 June 2026 - 03:11 WIB

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Masih Bergulir, 4 Prajurit TNI Ajukan Banding

21 June 2026 - 02:07 WIB

Proyek Jembatan Rp 25 Miliar di Padang Pariaman Ambruk, Kejati Sumbar Tetapkan 3 Tersangka

20 June 2026 - 17:10 WIB

Beny Saswin Nasrul Ditahan Kejaksaan, DPRD Sumbar: Beliau Masih Berstatus Anggota Aktif

20 June 2026 - 05:05 WIB

BKSDA Sumbar Evakuasi Beruang Madu Betina Terjerat di Pasaman, Yang Jantan Masih Berkeliaran

20 June 2026 - 05:00 WIB

Trending Topik News