Menu

Mode Gelap
Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara Ditebus Rp 100 Juta, Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dievakuasi Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar Hari Ini PN Pekanbaru Bacakan Vonis Gubernur Riau Nonaktif Pemko Padang Matangkan Persiapan Menuju Kota Gastronomi Dunia

Daerah

Menghidupkan Fantasi Ghibli dari Kayu Apung Taplau: Kisah Inspiratif Ambu dan Abah di Kota Padang

badge-check

Sri Intan Rahmadia saat menujukan hasil karyanya di Gerai miliknya di Kota Padang, Senin (22/6) Foto: Safira Aries Putri Perbesar

Sri Intan Rahmadia saat menujukan hasil karyanya di Gerai miliknya di Kota Padang, Senin (22/6) Foto: Safira Aries Putri

Covesia.co.id – Bagi sebagian orang, kayu apung yang terdampar di pantai mungkin hanyalah sampah laut yang tak berharga. Namun, di tangan Sri Intan Rahmadia (30) dan Rafi Maizendra (30) yang akrab disapa Ambu dan Abah—limbah ombak tersebut disulap menjadi karya seni magis yang mendatangkan kebahagiaan.

Berawal dari kecintaan mereka terhadap Studio Ghibli, studio animasi legendaris asal Tokyo yang didirikan oleh Hayao Miyazaki dan Isao Takahata sejak 1985, Ambu berhasil membawa keajaiban dunia fantasi yang emosional dan imajinatif tersebut ke dunia nyata.

Kisah kreatif ini sejatinya dimulai pada tahun 2024 di Bandung. Saat itu, Ambu dan Abah merintis usaha berani memanfaatkan mengomel kayu yang mereka temukan di jalanan. Melihat peluang yang menjanjikan, keduanya memboyong mimpi mereka ke Kota Padang.

Di titik baliknya. Bertemu dengan “Taplau” (Tepi Laut) Padang yang kaya akan hamparan kayu apung, Ambu dan Abah menemukan bahan baku utama yang sempurna untuk mahakarya mereka.

Berkat kekuatan media sosial, karya unik berbasis kayu apung ini mendadak viral. Permintaan pun melonjak tajam, termasuk pesanan khusus untuk dekorasi salah satu kafe estetika di Bandung.

Seiring berkembangnya usaha, pasangan ini memutuskan untuk membangun sebuah galeri mini. Uniknya, galeri tersebut memanfaatkan ruang yang dulunya merupakan studio musik milik saudaranya Ambu. Fakta menariknya, darah seni memang mengalir deras di darah Ambu.  Jika Ambu andal dalam seni rupa, saudatra kandungnya adalah seorang musisi berbakat yang menciptakan lagu “Sembuh” yang dipopulerkan oleh Sofie Anastasya.

Bagi para pengunjung, galeri mini ini adalah oase tersembunyi yang menenangkan jiwa. Banyak pencinta seni yang datang bukan sekadar untuk berfoto, melainkan duduk menyesap kopi sambil menikmati atmosfer syahdu yang dihadirkan Ambu.

Perjalanan ini tentu tidak selalu mulus. Sebagai seorang ibu, Ambu sempat berada di titik di mana ia merasa dunianya menjadi terbatas. Namun, ia menolak membiarkan semangatnya padam.

“Ada kalanya kita merasa tidak bisa melakukan apa-apa lagi karena ruang gerak yang terbatas. Namun, ketika semangat tidak dibiarkan padam, itu mampu menciptakan peluang yang tak disangka-sangka, bahkan menjadi jalur pemasukan dari hal yang awalnya hanya hobi,” ungkap Ambu kepada Covesia, Senin (22/6)..

Bagi Ambu, kepuasan terbesar bukanlah materi, melainkan perasaan mampu membahagiakan orang lain melalui karya tangan.

Hebatnya lagi, galeri mini ini tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya para pencinta karakter Ghibli, tetapi juga menjadi motor penggerak perekonomian warga sekitar. Ambu kini mulai memberdayakan masyarakat lokal dengan memajang karya-karya lain di galerinya, termasuk produk rajutan titipan dari tetangga sekitar.

Di era digital yang serba instan ini, Ambu dan Abah berhasil membuktikan bahwa keindahan sejati justru sering kali datang dari alam sekitar yang terabaikan. Bagi Anda yang penasaran dengan keajaiban kayu apung ini, karya-karya Ambu dan Abah dapat diintip melalui akun Instagram dan TikTok @jajandiakuuu, serta pemesanan melalui Shopee.

(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Padang Timur Optimistis Hadapi Lomba Desawisma, Kubu Marapalam Jadi Andalan

26 Juli 2026 - 14:04 WIB

Tolak PETI, Ratusan Warga Gunung Malintang Sweeping Lokasi Tambang

26 Juli 2026 - 12:08 WIB

Terpilih Secara Aklamasi, Mulyadi Kembali Nahkodai DPD Partai Demokrat Sumbar

26 Juli 2026 - 09:48 WIB

Panas Ekstrem di Jepang, Ratusan Orang Dilarikan Ke Rumah Sakit

23 Juli 2026 - 16:28 WIB

Padang Bidik Status Kota Gastronomi UNESCO, Finalisasi Dossier Selesai Digelar

23 Juli 2026 - 15:13 WIB

Trending Topik Daerah