Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Kedekatan dengan Warga, Polsek Nanggalo Gelar Turnamen Domino Berhadiah Jutaan Rupiah Dalam Semalam, Dua Kebakaran Hebat Terjadi di Limapuluh Kota Hasil Uji Lemigas Soal Pertalite Bikin Ratusan Kendaraan Mogok di Sumbar Keluar, Ini Hasilnya Sala Lauak, Camilan Khas Minangkabau yang Gurih di Luar, Lembut di Dalam Fadly Amran Minta Pengawasan dan Bisnis Perumda PSM Padang Dibenahi Bapenda Padang Sebut Kontribusi PAD dari Aplikator Ojol Sebatas Iklan dan Reklame 

Lapsus

Mantan Anggota DPR RI ini Dorong Aturan Khusus Cegah LGBT di Sumbar

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Mantan Anggota DPR RI ini Dorong Aturan Khusus Cegah LGBT di Sumbar Perbesar

Covesia.co.id – Penolakan terhadap LGBT di Sumatera Barat muncul dari Mantan Anggota DPR RI periode 2009–2014, Taslim Chaniago.

Dirinya menilai diperlukan aturan yang khusus dan tegas untuk perilaku yang bertentangan dengan falsafah Minangkabau ini.

Taslim mengatakan masyarakat Sumatera Barat yang masih berpegang teguh pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) tidak menerima segala bentuk penyimpangan seksual.

Menurutnya, meski belum terdapat peraturan daerah yang secara khusus mengatur LGBT, nilai-nilai yang menjadi dasar penyelenggaraan pemerintahan nagari telah diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 Tahun 2018 tentang Nagari.

“Fenomena ini sudah sangat meresahkan. LGBT tidak akan diterima di negeri beradat ini yang bersandar pada falsafah Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Peraturan khusus mengenai LGBT memang belum ada, namun melalui Perda Nomor 7 Tahun 2018 sudah sangat jelas nilai-nilai yang menjadi pedoman masyarakat kita,” kata Taslim kepada Covesia.co.id, Rabu (22/7/2026).

Ia menilai langkah pencegahan melalui edukasi saja belum cukup. Pemerintah perlu menghadirkan regulasi yang lebih spesifik disertai penegakan aturan yang lebih tegas.

“Pencegahan melalui edukasi saja sudah tidak cukup. Aturan yang lebih khusus dan lebih tegas dibutuhkan agar memiliki efek jera terhadap segala bentuk penyimpangan,” ujarnya.

Taslim juga mendorong Pemerintah maupun DPRD Sumbar untuk mengambil langkah konkret dalam menyusun regulasi untuk memperkuat upaya pencegahan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Selain itu, ia mengajak generasi muda Minangkabau untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai ABS-SBK sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kepada generasi muda, pahamilah falsafah Minangkabau karena itulah pondasi yang Tak Lakang Dek Paneh, Tak Lapuak Dek Hujan. Resapilah falsafah tersebut karena mengandung nilai-nilai luhur yang menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan,” tutupnya. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Menanti Janji di Tanah Bencana: Cerita Mereka yang Selamat dari Galodo Sumbar

22 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Pakar Wanti-wanti: Pemukiman Pasca-Gempa Padang Dalam Bahaya

13 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Lumpur, Kayu Raksasa, dan Kepanikan: Detik-Detik Tanggul Lumin Park Padang Jebol

11 Oktober 2026 - 18:03 WIB

PETI Kembali Telan Korban Jiwa, Pemprov Soroti Lambatnya Pembentukan Tim Terpadu di Daerah

11 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Bar, Lounge, Pub hingga Klub Malam: Apa Perbedaan Fungsi dan Izin Usahanya?

30 September 2026 - 13:31 WIB

Trending Topik Lapsus