Menu ✖

Mode Gelap
Beredar Kabar Perampok Bersenpi Beraksi di Agam, 1 Pelaku Dilumpuhkan Warga Kejari Periksa Eks Wako Pariaman Terkait Kasus Korupsi Septic Tank HUT ke-62 Golkar, Pasar Murah Digelar di Empat Kecamatan di Sawahlunto Bandar dan Kurir Sabu Digerebek Tim Gabungan di Kinali Wagub Vasko Buka Suara Soal Lahan Bekas Terbakar Tiba-Tiba Jadi Kebun Sawit Polres Payakumbuh Tangkap Pria di Sicincin, Sita 17,59 Gram Sabu

News

Mandi di Laut Usai Perpisahan KKN, Mahasiswa ISI Padang Panjang Hanyut di Pessel

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Mandi di Laut Usai Perpisahan KKN, Mahasiswa ISI Padang Panjang Hanyut di Pessel Perbesar

Covesia.co.id — Kegiatan berenang setelah acara perpisahan Kuliah Kerja Nyata (KKN) berujung petaka.

Seorang mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang dilaporkan hilang setelah terseret arus laut di Pantai Labuang Baruak, Kampung Sungai Bungin, Nagari Koto Nan Duo IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Rabu (19/8/2026) sore.

Mahasiswa tersebut diketahui bernama Rayhan Eriyandi, 21 tahun. Ia dilaporkan terseret ombak ketika berenang bersama sejumlah rekannya di kawasan pantai yang berada di Kecamatan Batang Kapas tersebut.

Wali Nagari Koto Nan Duo IV Koto Hilie, Mahardicka, mengatakan Rayhan bersama rombongan mahasiswa sebelumnya baru saja menyelesaikan kegiatan KKN di wilayah tersebut.

Menurutnya, rombongan berjumlah 15 mahasiswa yang terdiri dari lima laki-laki dan 10 perempuan. Setelah kegiatan perpisahan dengan masyarakat selesai, mereka masih berada di lokasi karena menunggu jadwal kepulangan.

“Setelah acara perpisahan, mereka masih menunggu kepulangan. Kemudian mereka pergi ke Pantai Labuang Baruak,” kata Mahardicka kepada Covesia.co.id, Kamis (20/8/2026) pagi.

Sesampainya di pantai sekitar pukul 16.40 WIB, sebagian mahasiswa memilih berada di tepian. Sementara beberapa lainnya masuk ke laut untuk berenang.

Rayhan kemudian berenang bersama tiga rekannya. Saat berada di air, kacamata yang dikenakannya terlepas. Ia diduga berusaha mencari benda tersebut dengan menyelam.

Namun, kondisi berubah ketika gelombang datang. Arus laut membawa Rayhan menjauh dari posisi rekan-rekannya hingga akhirnya tidak lagi terlihat.

“Korban berusaha menyelam mencari kacamatanya. Kemudian datang ombak besar dan korban terbawa arus,” ujar Mahardicka.

Tiga mahasiswa lainnya berhasil kembali ke pantai. Sementara Rayhan tidak berhasil menyelamatkan diri dan dinyatakan hilang.

Mahardicka menyebut Rayhan memiliki gangguan penglihatan sehingga kondisi tersebut diduga turut menyulitkan korban ketika berada di dalam air.

Setelah mengetahui kejadian, Mahardicka langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian, TNI, BPBD, SAR dan instansi terkait untuk melakukan pencarian Rayhan.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian Rayhan masih dilakukan oleh tim gabungan.

“Pagi ini kembali dilakukan pencarian oleh tim gabungan. Kami dari perangkat nagari dan masyarakat juga turut membantu, ” katanya.

Sementara itu, mahasiswa lain yang berada di lokasi kejadian telah dievakuasi dan dikembalikan ke posko KKN. Mereka mendapat pendampingan setelah peristiwa tersebut. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Beredar Kabar Perampok Bersenpi Beraksi di Agam, 1 Pelaku Dilumpuhkan Warga

20 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Kejari Periksa Eks Wako Pariaman Terkait Kasus Korupsi Septic Tank

20 Oktober 2026 - 14:02 WIB

HUT ke-62 Golkar, Pasar Murah Digelar di Empat Kecamatan di Sawahlunto

20 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Bandar dan Kurir Sabu Digerebek Tim Gabungan di Kinali

20 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Wagub Vasko Buka Suara Soal Lahan Bekas Terbakar Tiba-Tiba Jadi Kebun Sawit

20 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Trending Topik News