Covesia.co.id – Kondisi ruas jalan Kelok 44 semakin memprihatinkan. Belum adanya perbaikan yang signifikan, membuat jalur vital antara Bukittinggi – Maninjau ini membuat kondisi tanah disepanjang jalan semakin labil. Hal ini diperparah dengan Longsor besar yang terjadi pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 19.20 WIB. Akibatnya kondisi ruas jalan di kelok 8,9 dan 10 nyaris runtuh dan sangat rawan untuk di lalui kendaraan.
Ketua TKSK Agam, Miswardi menyebutkan di jalur kelok 10, kondisi tanah sudah sangat berbahaya. Sebagian jalan sudah runtuh digerus longsor, bahkan menjelang jalan ke kelok 10 juga ada tanah yang sudah terkikis. Hal ini membuat kondisi jalan sudah rentan ambruk dan runtuh seluruhnya.
Kondisi ini terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi di sekitar kelok 44 beberapa hari terakhir. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, petugas kepolisian sudah memasang police line di beberapa titik di sekitar ruas jalan kelok 9 dan 10.
“Yang dikhawatirkan saat pengguna jalan melintas di malam hari. Sangat rawan, apalagi sepanjang jalan minim penerangan,” ucap Miswardi, Kamis (2/7/2026).
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur membenarkan adanya longsoran yang terjadi di Kelok 10 karena curah hujan yang tinggi pada Rabu sore hingga malam hari. Bahkan para pengguna jalan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kelok 44.
“Ya ada longsor di kelok 10. Kondisi jalan saat ini sangat labil. Pengguna jalan untuk roda 4 tidak bisa melintas. Sedangkan untuk kendaraan roda 2 harus berhati-hati,” ucapnya.
BPBD mengimbau masyarakat yang hendak melintasi jalur penghubung Bukittinggi–Maninjau tersebut untuk mengurangi kecepatan kendaraan dan tetap waspada terhadap kemungkinan longsor susulan.
“Material longsor berada di badan jalan. Kami mengimbau pengguna jalan agar berhati-hati, khususnya saat melintas di sekitar Kelok 10 karena kondisi lereng masih berpotensi mengalami longsor kembali,” jelas Ghafur.
Untuk mempercepat penanganan, BPBD Agam telah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan Provinsi. Petugas dijadwalkan turun ke lokasi guna melakukan survei sekaligus menentukan langkah penanganan agar akses jalan kembali aman dilalui.
“Kami sudah berkoordinasi dengan UPT Jalan Provinsi. Hari ini petugas akan melakukan survei lapangan untuk melihat kondisi longsoran dan menentukan penanganan yang diperlukan,” tambahnya.
BPBD Agam juga mengingatkan masyarakat agar selalu mengikuti arahan petugas di lapangan dan menghindari berhenti terlalu lama di titik-titik rawan longsor, mengingat curah hujan di kawasan Kelok 44 masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir dan berpotensi memicu longsor susulan. (*)










