Covesia.co.id — Seorang pria berusia 54 tahun asal Payakumbuh, Sumatera Barat, ditemukan warga dalam kondisi lemas dan terbaring tak berdaya di bawah Jembatan Siak II, kawasan Palas, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (25/10/2026).
Pria yang diketahui bernama M. Tando tersebut ditemukan dalam kondisi tubuh kurus dan hanya beralaskan serta berselimut kain.
Saat ditemukan, kondisinya memerlukan pemeriksaan medis dan penanganan dari pemerintah setempat.
Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Junaedy mengatakan pihaknya telah menerima laporan mengenai keberadaan pria terlantar tersebut melalui layanan darurat 112 Pekanbaru AMAN pada Minggu siang.
“Tim kami sudah turun, petugas sedang memeriksa keadaannya dan memastikan identitas orang terlantar itu,” kata Junaedy, Senin (26/10/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Sosial Kota Pekanbaru mengerahkan petugas bersama tenaga medis dari Dinas Kesehatan untuk memeriksa kondisi pria tersebut sekaligus memastikan identitasnya.
Junaedy mengatakan, tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah pria itu membutuhkan perawatan lanjutan di rumah sakit.
Jika diperlukan, yang bersangkutan akan dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.
Selain memberikan penanganan awal, Dinas Sosial juga menelusuri asal-usul dan keberadaan keluarga M. Tando.
Upaya tersebut dilakukan agar pemerintah dapat memfasilitasi pemulangan pria itu setelah identitas dan keluarganya dipastikan.
“Sambil kita menelusuri asal orang tersebut. Kita cari identitasnya, nanti kalau sudah diketahui keluarganya akan kita pulangkan,” ujar Junaedy.
Informasi mengenai asal pria tersebut diketahui dari surat yang ditemukan di lokasi. Berdasarkan keterangan dalam surat itu, M. Tando berusia 54 tahun dan berasal dari Payakumbuh, Sumatera Barat.
Penemuan tersebut menjadi perhatian karena pria itu ditemukan dalam kondisi lemah di bawah jembatan, jauh dari daerah asalnya.
Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Sosial berupaya memastikan pria tersebut memperoleh penanganan yang dibutuhkan serta dapat kembali berkumpul dengan keluarganya setelah proses identifikasi selesai. (*)










