Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Ekonomi Sumbar Tumbuh 4,69 Persen, Angka Pengangguran Turun Petani Ditemukan Meninggal di Kebun Sawit Pasaman Barat Sukses di Koto Lalang, Parkir Digital Antrean BBM Sasar SPBU Mata Air dan Pengambiran 9 Pedagang Korban Kebakaran Los Batiah Payakumbuh Dipastikan Kembali ke Lapak Semula Vasko Dorong Pengembangan Nagari Creative Hub, 13 Nagari Jadi Percontohan di Sumbar Diduga Jadi Mucikari Anak di Bawah Umur, Mahasiswa di Padang Ditangkap di Hotel

News

Korban TPPO di Myanmar Asal Sumbar Dipulangkan, Kini di Shelter BP3MI

Safira Ariel Putribadge-check

Korban TPPO di Myanmar Asal Sumbar Dipulangkan, Kini di Shelter BP3MI Perbesar

Covesia.co.id – Dua warga negara Indonesia (WNI) asal Sumatera Barat yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Myanmar telah tiba di Kota Batam, Kepulauan Riau. Saat ini, keduanya berada di shelter Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau untuk menjalani pendataan dan pendampingan.

Kepala BP3MI Kepulauan Riau, Kombes Pol. Imam Riyadi, membenarkan kedua WNI tersebut telah berada di Batam.
“Keduanya saat ini berada di shelter kami dan dalam kondisi sehat,” ujar Imam kepada Covesia.co.id, Kamis (30/7/2026).

Kasus yang menimpa kedua WNI asal Sumbar itu sebelumnya menjadi perhatian publik setelah video mereka viral di media sosial. Dalam video tersebut, keduanya diduga menjadi korban penyiksaan dan penyekapan setelah tertipu tawaran pekerjaan di luar negeri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua korban awalnya menerima tawaran bekerja di luar negeri dengan iming-iming gaji yang tinggi. Namun, mereka diduga diberangkatkan melalui jalur nonprosedural. Setibanya di Myanmar, keduanya diduga tidak dipekerjakan sesuai perjanjian, melainkan mengalami intimidasi, penyekapan, dan dugaan kekerasan.

Setelah video kondisi mereka viral, pemerintah Indonesia melalui kementerian dan lembaga terkait melakukan koordinasi untuk mengevakuasi kedua korban hingga akhirnya berhasil dipulangkan ke Indonesia melalui Batam.

Imam menjelaskan, selain memastikan kondisi kedua korban, BP3MI Kepulauan Riau juga tengah melakukan pendataan dan pendalaman untuk menggali kronologi serta fakta-fakta terkait kasus yang mereka alami.

Di sisi lain, BP3MI Kepulauan Riau telah berkoordinasi dengan Polda Kepulauan Riau untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Koordinasi tersebut dilakukan guna mengungkap jaringan yang diduga memberangkatkan korban secara ilegal ke luar negeri.

“BP3MI Kepri juga sudah berkoordinasi dengan Polda Kepri terkait penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap pelaku dan jaringan pemberangkatan korban secara ilegal ke luar negeri,” ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri, terutama yang tidak melalui prosedur resmi. Calon pekerja migran Indonesia diminta memastikan seluruh proses penempatan dilakukan melalui jalur yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan agar terhindar dari risiko menjadi korban tindak pidana perdagangan orang.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap modus perekrutan kerja ilegal yang kerap berujung pada eksploitasi dan TPPO.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Petani Ditemukan Meninggal di Kebun Sawit Pasaman Barat

5 November 2026 - 14:12 WIB

Sukses di Koto Lalang, Parkir Digital Antrean BBM Sasar SPBU Mata Air dan Pengambiran

5 November 2026 - 12:14 WIB

9 Pedagang Korban Kebakaran Los Batiah Payakumbuh Dipastikan Kembali ke Lapak Semula

5 November 2026 - 10:00 WIB

Vasko Dorong Pengembangan Nagari Creative Hub, 13 Nagari Jadi Percontohan di Sumbar

5 November 2026 - 09:52 WIB

Diduga Jadi Mucikari Anak di Bawah Umur, Mahasiswa di Padang Ditangkap di Hotel

5 November 2026 - 08:34 WIB

Trending Topik News