Menu

Mode Gelap
Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid Ajukan Banding Sempat Lumpuh 7,5 Jam, Arus Lalu Lintas di Lembah Anai Kembali Normal Perlindungan Hukum bagi Santri di Tengah Intoleransi Intra-Umat Longsor Tutup Jalur Lembah Anai, Akses Padang–Bukittinggi Putus Total Korban TPPO di Myanmar Asal Sumbar Dipulangkan, Kini di Shelter BP3MI LBH Sumbar: Lemahnya Pengawasan Picu Pembakaran Hutan Berulang

News

Kemenag Sumbar Berbagi Berkah Bersama Penyandang Disabilitas di Moment Tahun Baru Islam 1448 H

badge-check

Kemenag Sumbar Berbagi Berkah Bersama Penyandang Disabilitas di Moment Tahun Baru Islam 1448 H Perbesar

Covesia.co.id – Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang jatuh pada 17 Juni 2026 silam dimanfaatkan Kementerian Agama Wilayah Sumatera Barat untuk berbagi kebahagiaan bersama ratusan anak yatim dan penyandang disabilitas di Sumatera Barat.

Melalui program Lebaran Yatim dan Disabilitas, mereka menerima bantuan berupa perlengkapan sekolah (school kit) serta paket sembako.

Kegiatan yang digelar di Padang itu merupakan hasil kolaborasi antara Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumatera Barat, Badan Amil Zakat (BAZ), Lembaga Amil Zakat (LAZ), dan Forum Organisasi Zakat (FOZ) Sumatera Barat.

Selain penyaluran bantuan, acara juga diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan anak-anak yatim dan penyandang disabilitas.

Mewakili Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, Kepala Bagian Tata Usaha Edison menyampaikan apresiasi kepada seluruh lembaga amil zakat yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, sinergi berbagai pihak menjadi kunci dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ia menilai, program-program yang dijalankan lembaga zakat selama ini telah memberikan dampak positif, khususnya bagi kelompok duafa, anak yatim, dan penyandang disabilitas.

“Tanpa kolaborasi yang kuat, kegiatan seperti ini tidak akan terlaksana dengan baik. Kami mengapresiasi seluruh lembaga zakat yang terus berkomitmen menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” ujar Edison kepada Covesia.co.id, Jumat (26/6/2026).

Menurut Edison, kepedulian terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas tidak seharusnya hanya hadir pada momentum Muharram.

Ia berharap kegiatan sosial, filantropi, dan pemberdayaan masyarakat dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun.

Ia menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi kelompok rentan masih cukup besar, mulai dari aspek pembinaan sosial keagamaan, pemberdayaan ekonomi hingga peningkatan kualitas hidup.

Karena itu, Kementerian Agama membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai lembaga zakat dan organisasi filantropi.

Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak cukup hanya bersifat konsumtif, tetapi juga harus diiringi dengan program pembinaan agar penerima manfaat dapat meningkatkan kualitas hidupnya.

“Kita ingin pengelolaan masyarakat duafa tidak berhenti pada bantuan semata, tetapi juga menyentuh aspek pembinaan dan pemberdayaan sehingga manfaatnya lebih berkelanjutan,” katanya.

Edison menjelaskan, Kementerian Agama memiliki jaringan yang cukup luas untuk mendukung program tersebut. Di Sumatera Barat terdapat 179 Kantor Urusan Agama (KUA) serta lebih dari seribu penyuluh agama yang dinilai dapat menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah dan lembaga zakat akan semakin kuat sehingga berbagai program kemaslahatan umat dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Pada pelaksanaan tahun ini, terdapat hal yang berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Jika dua tahun terakhir program Lebaran Yatim berfokus pada anak yatim, tahun ini penyandang disabilitas juga menjadi penerima manfaat utama.

Menurut Edison, langkah tersebut merupakan wujud komitmen menghadirkan layanan yang lebih inklusif serta memberikan ruang yang sama bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Kedua kelompok ini sama-sama membutuhkan perhatian, dukungan, dan kesempatan yang lebih luas. Karena itu, keterlibatan penyandang disabilitas menjadi langkah positif dalam memperkuat nilai-nilai inklusivitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan visi Kementerian Agama dalam mewujudkan masyarakat yang rukun, cerdas, dan maslahat menuju Indonesia Emas 2045.

Mengusung tema “Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri: Menebar Maslahat, Menguatkan Umat”, kegiatan tidak hanya diisi dengan penyaluran bantuan, tetapi juga berbagai lomba yang diikuti anak yatim dan penyandang disabilitas. Di antaranya lomba azan, tahfiz, pidato cilik (pidacil), serta lomba tahfiz khusus bagi penyandang disabilitas.

Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat peran lembaga zakat dalam mendukung kesejahteraan dan pemberdayaan kelompok yang membutuhkan di Sumatera Barat. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid Ajukan Banding

31 Juli 2026 - 09:06 WIB

Sempat Lumpuh 7,5 Jam, Arus Lalu Lintas di Lembah Anai Kembali Normal

31 Juli 2026 - 06:44 WIB

Longsor Tutup Jalur Lembah Anai, Akses Padang–Bukittinggi Putus Total

30 Juli 2026 - 23:56 WIB

Korban TPPO di Myanmar Asal Sumbar Dipulangkan, Kini di Shelter BP3MI

30 Juli 2026 - 21:17 WIB

LBH Sumbar: Lemahnya Pengawasan Picu Pembakaran Hutan Berulang

30 Juli 2026 - 18:53 WIB

Trending Topik News