Covesia.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang mencatat penambahan 600 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama periode 24 Agustus hingga 2 September 2026.
Peningkatan tersebut terjadi ketika kualitas udara di Kota Padang mengalami penurunan akibat kabut asap.
Kepala Dinkes Kota Padang Srikurnia Yati mengatakan, data tersebut dihimpun dari sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas dan klinik.
Sebelumnya, pada periode 17 hingga 23 Agustus 2026, tercatat sekitar 4.700 kasus ISPA. Jumlah itu kemudian bertambah sekitar 600 kasus pada periode berikutnya.
“Kalau kita lihat dari minggu sebelum adanya penurunan kualitas udara ini, ada kenaikan kasus ISPA yang kita data dari fasyankes, dari klinik maupun dari puskesmas,” kata Srikurnia, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, ISPA merupakan penyakit yang memang dapat ditemukan dalam kondisi normal. Namun, peningkatan kasus bersamaan dengan menurunnya kualitas udara menjadi perhatian pemerintah.
“Kalau terjangkit ISPA pasti dalam kondisi sehari-hari juga memang kasus ISPA kita ada. Tapi kalau kita lihat dari minggu sebelum adanya penurunan kualitas udara ini, ada kenaikan kasus ISPA,” ujarnya.
Mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, Dinkes Padang telah menyampaikan imbauan melalui jaringan puskesmas.
Pemerintah Kota Padang juga menyiapkan surat edaran wali kota terkait kewaspadaan terhadap penurunan kualitas udara.
“Insyaallah hari ini selesai. Ini akan kita sampaikan kepada seluruh OPD, seluruh instansi pemerintah, swasta maupun BUMN, BUMD, kemudian kepada seluruh masyarakat terkait dengan kewaspadaan terhadap penurunan kualitas udara yang ada di Kota Padang,” kata Srikurnia.
Dalam surat edaran tersebut, masyarakat akan diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.
Imbauan terutama ditujukan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki penyakit kronis.
Dinkes juga meminta sekolah dan tempat kerja menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi kualitas udara. Warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker.
Masyarakat juga diminta menjaga kebersihan rumah, menghindari aktivitas merokok, memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi makanan bergizi, serta memantau informasi kualitas udara secara berkala. (*)










