Menu

Mode Gelap
Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dipulangkan ke Indonesia Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar Hari Ini PN Pekanbaru Bacakan Vonis Gubernur Riau Nonaktif Pemko Padang Matangkan Persiapan Menuju Kota Gastronomi Dunia

News

Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata AS, Harga Minyak Dunia Kembali Melambung

badge-check

Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata AS, Harga Minyak Dunia Kembali Melambung Perbesar

Covesia.co.id – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran menolak proposal gencatan senjata sementara yang didukung Amerika Serikat (AS).

Penolakan tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas kawasan, sekaligus mendorong harga minyak dunia kembali menembus level psikologis US$100 per barel.

Berdasarkan laporan The New York Times, proposal gencatan senjata yang dimediasi Perdana Menteri Irak, Ali al-Zaidi, ditolak Teheran.

Penolakan ini didasari karena AS belum menyelesaikan persoalan strategis, khususnya terkait kendali atas Selat Hormuz.

Dalam laporan tersebut disebutkan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya tidak memerlukan perantara tambahan dalam proses negosiasi dengan Washington.

“Iran tidak membutuhkan perantara tambahan. Hambatan dalam negosiasi bukan terletak pada komunikasi, melainkan pada pendekatan yang dilakukan Washington,” kata Araghchi, seperti dikutip The New York Times, Kamis (23/7/2026).

Penolakan itu muncul di tengah meningkatnya ancaman dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menyatakan akan memberikan “hukuman militer besar-besaran” terhadap Iran dan kelompok Houthi di Yaman. Terlebih lagi pasca serangan Houthi terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.

Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran akan terganggunya distribusi energi global, terutama di dua jalur pelayaran penting dunia, yakni Selat Hormuz dan Bab al-Mandab.

Para pejabat Iran juga dikabarkan mulai mempersiapkan berbagai skenario jika Amerika Serikat benar-benar melancarkan serangan terhadap wilayah maupun infrastruktur strategis Iran.

Salah satu opsi yang disebut dalam laporan adalah memperluas konflik dengan melibatkan sekutu-sekutunya di kawasan.

Harga Minyak Dunia Tembus US$100 per Barel

Meningkatnya tensi geopolitik langsung direspons pasar energi. Harga minyak mentah Brent kembali melampaui US$100 per barel, level tertinggi sejak Mei 2026, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah.

Analis komoditas dari ING menilai risiko gangguan pasokan minyak kini berada pada titik tertinggi akibat eskalasi konflik yang terus memburuk.

Data pasar menunjukkan harga minyak Brent diperdagangkan di kisaran US$101,06 per barel, setelah melonjak sekitar 7 persen menyusul serangan terhadap kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran US$91,20 per barel.

Kenaikan harga minyak dipicu kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan terganggunya distribusi minyak melalui Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Jika konflik semakin meluas, pasokan energi global dikhawatirkan akan semakin tertekan dan mendorong harga minyak naik lebih tinggi lagi.

Sumber: The New York Times, Reuters, AP News.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara

30 Juli 2026 - 15:24 WIB

Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dipulangkan ke Indonesia

30 Juli 2026 - 15:01 WIB

Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan

30 Juli 2026 - 13:54 WIB

Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar

30 Juli 2026 - 13:34 WIB

Hari Ini PN Pekanbaru Bacakan Vonis Gubernur Riau Nonaktif

30 Juli 2026 - 09:48 WIB

Trending Topik News