Covesia.co.id – Gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,3 mengguncang wilayah Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (6/11/2026) sore, dengan getaran dirasakan hingga sejumlah wilayah, termasuk Siberut Utara, Siberut Tengah, dan Kabupaten Nias Selatan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Hingga laporan terakhir, belum terdapat informasi mengenai kerusakan bangunan maupun dampak lainnya akibat guncangan tersebut.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa terjadi pada pukul 17.30.55 WIB dengan pusat gempa berada di darat pada koordinat 1,19 derajat Lintang Selatan dan 98,73 derajat Bujur Timur.
Episenter gempa berjarak sekitar 130 kilometer barat laut Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, dengan kedalaman 17 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Tony Agus Wijaya, S.Si., M.T., menjelaskan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut tergolong gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas subduksi.
Berdasarkan estimasi peta guncangan atau shakemap BMKG, getaran gempa dirasakan dengan intensitas berbeda di sejumlah wilayah.
Di Siberut Utara, intensitas gempa mencapai III MMI, yang berarti getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan terasa seperti ada truk besar yang sedang melintas.
Sementara itu, di Siberut Tengah, getaran tercatat pada intensitas II MMI, yang umumnya dirasakan oleh beberapa orang dan ditandai dengan bergoyangnya benda-benda ringan yang digantung.
Adapun di Kabupaten Nias Selatan, intensitas gempa tercatat I MMI, yang berarti getaran umumnya tidak dirasakan, kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.
Meski guncangan dirasakan di sejumlah wilayah, BMKG menyatakan belum menerima laporan kerusakan akibat gempa tersebut.
Hasil pemantauan BMKG hingga Jumat (6/11/2026) pukul 18.40 WIB juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Masyarakat juga diminta mengakses informasi resmi mengenai aktivitas gempa bumi melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi.
Informasi terkini dapat diperoleh melalui akun Instagram dan X @infoBMKG, situs www.bmkg.go.id dan inatews.bmkg.go.id, kanal Telegram InaTEWS BMKG, serta aplikasi WRS-BMKG dan InfoBMKG yang tersedia untuk perangkat iOS dan Android. (*)









