Menu

Mode Gelap
Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar Hari Ini PN Pekanbaru Bacakan Vonis Gubernur Riau Nonaktif Pemko Padang Matangkan Persiapan Menuju Kota Gastronomi Dunia Pameran Foto Bencana Hidrometeorologi di Istano Basa Pagaruyung, PFI : Pengingat Mitigasi Bencana Muncul Petisi Larang Argentina Tampil Piala Dunia Selamanya, Tembus 23 Tanda Tangan

Lingkungan

Gelombang Panas Ekstrem Mulai Bergerak ke Eropa Timur

badge-check

Gelombang Panas Ekstrem Mulai Bergerak ke Eropa Timur Perbesar

Covesia.co.id – Gelombang panas ekstrem yang dalam sepekan terakhir melanda Eropa Barat dan tengah kini mulai bergerak ke kawasan Eropa Timur. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan bahwa suhu udara yang jauh di atas normal diperkirakan akan terus meluas ke sejumlah negara seperti Polandia, Rumania, Hungaria, Moldova, Slovakia, hingga kawasan Balkan dalam beberapa hari ke depan.

Juru bicara World Meteorological Organization (WMO), Clare Nullis, mengatakan gelombang panas yang memecahkan berbagai rekor suhu di Eropa Barat mulai bergerak ke arah timur pada akhir pekan ini.

“Gelombang panas yang melanda Eropa Barat kini mulai bergerak ke wilayah timur dan diperkirakan akan membawa suhu yang sangat tinggi ke sejumlah negara,” ujar Clare Nullis dalam konferensi pers WMO yang dikutip Reuters, Sabtu (27/6/2026)

Menurut WMO, fenomena cuaca ekstrem ini dipicu oleh pola tekanan udara tinggi yang dikenal sebagai Omega Block, yaitu kondisi atmosfer yang memerangkap massa udara panas di atas daratan Eropa sehingga suhu terus meningkat selama beberapa hari.

Sejumlah negara telah mengeluarkan status siaga merah menyusul ancaman suhu ekstrem. Di Jerman, suhu udara bahkan mencapai 41,5 derajat Celsius, menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah pengamatan cuaca di negara tersebut. Rekor suhu juga tercatat di Denmark, Republik Ceko, dan Swiss.

Selain Eropa Barat, negara-negara di Eropa Timur kini mulai bersiap menghadapi dampak gelombang panas yang diperkirakan mencapai 38 hingga 40 derajat Celsius. Otoritas cuaca di Polandia, Hungaria, Rumania, dan Moldova telah mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada siang hari.

Gelombang panas tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga mulai mengganggu berbagai sektor. Di Jerman, suhu tinggi menyebabkan kerusakan pada beberapa ruas jalan serta mengganggu layanan transportasi kereta api akibat rel yang memuai. Sementara di Italia, debit Sungai Po terus menurun sehingga memicu kekhawatiran terhadap sektor pertanian karena intrusi air laut mulai memasuki kawasan persawahan.

Reuters melaporkan rumah sakit di sejumlah negara Eropa mengalami peningkatan jumlah pasien akibat dehidrasi, sengatan panas (heat stroke), dan gangguan pernapasan. Kelompok lanjut usia, anak-anak, serta penderita penyakit kronis menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.

Sementara itu, para ilmuwan dari kelompok World Weather Attribution (WWA) menilai gelombang panas yang terjadi tahun ini hampir mustahil terjadi tanpa adanya perubahan iklim akibat aktivitas manusia.

“Peristiwa panas ekstrem seperti ini kini menjadi jauh lebih mungkin terjadi dibandingkan beberapa dekade lalu karena pengaruh perubahan iklim yang disebabkan oleh emisi gas rumah kaca,” demikian kesimpulan analisis World Weather Attribution (WWA).

WMO juga mengingatkan bahwa Eropa merupakan benua dengan laju pemanasan tercepat di dunia. Kondisi tersebut menyebabkan frekuensi dan intensitas gelombang panas terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, sehingga pemerintah di berbagai negara diminta memperkuat sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.

Para ahli meteorologi memperkirakan suhu tinggi masih akan bertahan hingga awal Juli. Meski sebagian wilayah Eropa Barat diperkirakan mulai mengalami penurunan suhu, kawasan Eropa Tengah dan Eropa Timur justru diprediksi menjadi pusat baru gelombang panas dengan potensi mencetak rekor suhu baru. (*)

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan

30 Juli 2026 - 13:54 WIB

Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar

30 Juli 2026 - 13:34 WIB

Hari Ini PN Pekanbaru Bacakan Vonis Gubernur Riau Nonaktif

30 Juli 2026 - 09:48 WIB

Pemko Padang Matangkan Persiapan Menuju Kota Gastronomi Dunia

30 Juli 2026 - 08:27 WIB

Pameran Foto Bencana Hidrometeorologi di Istano Basa Pagaruyung, PFI : Pengingat Mitigasi Bencana

29 Juli 2026 - 17:31 WIB

Trending Topik News