Covesia.co.id– Sejumlah negara di Eropa sedang menghadapi gelombang panas ekstrem yang disebut sebagai salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.
Suhu udara di beberapa wilayah dilaporkan menembus angka 40 hingga 44 derajat Celsius, memaksa pemerintah mengeluarkan peringatan darurat, menutup sekolah, hingga membatasi aktivitas masyarakat di luar ruangan.
Para ahli cuaca menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh “heat dome” atau kubah panas. Dimana kondisi ketika sistem tekanan tinggi di atmosfer menjebak udara panas di suatu wilayah selama beberapa hari. Akibatnya, suhu terus meningkat dan sulit turun, bahkan pada malam hari.
Beberapa Negara-Negara yang terdampak adalah Prancis, Inggris, Spanyol, Italia, Swiss, Jerman, Belgia, Belanda, dan Portugal.
Di kutip dari media The Guardian, Negara terparah yang terkena gelombang panas ini adalah Prancis. Lebih dari setengah wilayah negara Prancis berasa dalam status peringatan merah akibat suhu yang melampaui 40°C.
Pemerintah terpaksa menutup lebih dari 1.300 sekolah dan menggelar rapat darurat untuk menghadapi dampak cuaca ekstrem tersebut. Sedikitnya 18 orang dilaporkan meninggal dunia akibat berbagai insiden yang berkaitan dengan gelombang panas.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
“Kita sedang melalui hari-hari yang sulit,” kata Macron dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026)
Selain Prancis, sebagian wilayah negara Inggris juga tengah menghadapi gelombang panas yang mencapai 38 hingga 39°C,
Gelombang panas ini mulai terbentuk pada pertengahan Juni 2026, lalu semakin kuat pada 20–24 Juni. Kemudian meluas ke banyak negara Eropa. (*)










