Covesia.co,id – Dua ekor harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) dilaporkan muncul di kawasan Koto Tabang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam pada Selasa pagi. Kemunculan satwa langka ini sempat terekam kamera ponsel warga dan viral di media sosial. Merespons situasi tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat langsung menerjunkan tim gabungan untuk melakukan pengamanan.
Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, mengonfirmasi bahwa petugas bersama Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) telah berada di lokasi setelah menerima laporan dari perangkat nagari dan Polsek Palupuh.

“Petugas langsung melakukan identifikasi lapangan, mulai dari wawancara saksi mata hingga mencari jejak keberadaan satwa seperti bekas kaki, cakaran, dan kotoran. Kami juga menyelidiki faktor penyebab satwa tersebut keluar dari habitatnya,” ujar Ade di Lubuk Basung, Selasa.
Dua harimau tersebut pertama kali berpapasan dengan seorang warga bernama Mizwar (52) sekitar pukul 07.30 WIB saat hendak pergi ke kebun. Untuk mengantisipasi konflik, BKSDA memperketat pengawasan di area pemukiman.
“Kami melakukan patroli siang dan malam di lokasi kemunculan satwa dan sekitar pemukiman warga. Tidak tertutup kemungkinan upaya evakuasi akan kita lakukan jika situasi mendesak,” tegas Ade.
Sebelumnya, warga Batu Gadang secara tidak sengaja bertemu dengan dua harimau saat hendak ke kebun pada Selasa, sekitar pukul 07.30 WIB.
Warga sempat mengabadikan peristiwa ketemu harimau menggunakan telepon genggam miliknya.
Video tersebut viral beredar di sejumlah media sosial milik warga setempat. (*)


















