Covesia.co.id – Antrean panjang di sejumlah SPBU beberapa waktu terakhir, kerap menjadi pemandangan yang biasa bagi warga Sumatera Barat. Kendaraan yang meluber ke jalan sering membuat macet, terlebih di jam sibuk jalan raya.
Antrian didominasi oleh truk dan minibus. Penyebabnya tak lain keterlambatan suplay BBM subsidi jenis solat dan pertalite. Sejumlah SPBU sering kehabisan stok BBM.
Fenomena ini diakui oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Barat, Helmi Heriyanto. Disebutkannya, distribusi BBM menjadi penyebab sejumlah SPBU di Sumatera Barat kehabisan stok BBM.
“Kami akui fenomena antrian panjang di hampir seluruh SPBU di Sumatera Barat. Hal ini dikarenakan ada gangguan di 3 jalur strategis yang membuat penyuplaian BBM jadi terlambat, ” Kata Helmi kepada Covesia.co.id ketika di Konfirmasi, Selasa (7/7/2026).
Disebutkannya, jalur pertama berasal dari terminal distribusi BBM di Teluk Kabung. Dikarenakan ada perbaikan jembatan di kawasan Bungus Teluk Kabung yang menghambat laju kendaraan yang mendistribusikan BBM.
“Ada perbaikan jembatan, jalur lalu lalang truk pembawa BBM di kawasan Bungus Teluk Kabung. Bikin macet sampai 4 Kilometer. Jadi faktor ini yang selalu membuat distribusi BBM menjadi terlambat, ” Ucap Helmi.
Selain itu, kemacetan di Jalur Sitinjau Lauik dan Silaiang turut memperlambat laju truk pembawa BBM.
“Dua jalur Sentral ini juga tengah bermasalah dan sering macet. Truk pembawa BBM bisa sampai 4-5 jam terkena macet saat ingin menyuplai BBM, ” Katanya lagi.
Untuk kondisi ini, Helmi belum bisa memastikan sampai kapan hambatan seperti ini bisa teratasi. Pasalnya, pembangunan infrastruktur fisik tersebut tidak dalam koridor kewenangan tugasnya.
“Saya tidak bisa memastikan kapan hal ini bisa teratasi. Hanya saja kami berusaha semaksimal mungkin untuk meminimalisir keterlambatan suplay BBM. Dengan begitu antrian bisa terus terurai perlahan, ” Kata Helmi.
Menyinggung Satgas Pengendalian dan Pengawasan BBM Subsidi yang dibentuk beberapa waktu lalu, Helmi menjelaskan perannya untuk mencegah terjadinya penyelewengan BBM di setiap SPBU. (*)










