Covesia.co.id – Kecelakaan maut kembali terulang di jalan Lintas Sumatera, Padang – Bukittinggi. Kali ini kecelakaan merenggut korban jiwa.
Kecelakaan melibatkan dua mobil minibus dan satu sepeda motor, tepatnya di Jorong Pasa Laban, Korong Sicincin, Kecamatan 2×11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (6/7) sekitar pukul 07.00 WIB. Satu orang meninggal dunia dan 10 orang lainnya mengalami luka-luka.
Kasatlantas Polres Padang Pariaman, Iptu Rudi Chandra, mengatakan kecelakaan bermula saat mobil Toyota Kijang Innova BA 1446 AS yang dikemudikan Ronny Patinasarani (47) melaju dari arah Bukittinggi menuju Kota Padang.
Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi Kijang Innova diduga berusaha mendahului mobil Suzuki Karimun BA 1986 OT yang berada di depannya.
Namun, ruang untuk menyalip diduga tidak mencukupi sehingga kedua kendaraan bersenggolan.
Senggolan jni membuat Toyota Innova kehilangan kendali lalu menghantam sepeda motor Honda Scoopy BA 6574 FAC. Kemudian oleng ke sisi kiri jalan dan menabrak pagar rumah milik warga.
“Akibat kecelakaan tersebut, sopir Toyota Innova meninggal di tempat, sedangkan para penumpang kendaraan dan pengendara sepeda motor mengalami luka-luka,” kata Iptu Rudi Chandra.
Sang sopir meninggal karena mengalami luka berat di bagian kepala dan telinga, kemudian dievakuasi ke RSUD Padang Pariaman.
Sementara itu, 10 korban luka-luka yang terdiri dari pengendara dan penumpang sepeda motor, pengemudi serta penumpang Suzuki Karimun, hingga penumpang Toyota Innova.
Seluruh korban luka telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Sicincin dan RSUD Padang Pariaman.
Di dalam mobil Suzuki Karimun, terdapat dua balita bernama Kenzie (4) dan Aisyah (1) dilaporkan selamat tanpa mengalami luka.
Untuk kerugian materil, diperkirakan mencapai Rp 10 juta.
Hingga kini, Unit Gakkum Satlantas Polres Padang Pariaman masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Polisi mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, berhati-hati saat berkendara, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melakukan manuver mendahului kendaraan lain untuk mencegah kecelakaan yang berakibat fatal.(*)










