Menu ✖

Mode Gelap
Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal Petinggi Negara, Jenderal LSP Ikut Tersangka Dua Korban Kapal Hilang di Mentawai Ditemukan Meninggal Usai 3 Hari Pencarian Pria di Pasaman Barat Ditangkap Usai Diduga Cabuli Anak 7 Tahun BMKG Prediksi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Sumbar hingga Januari 2027 GAPEKA 2026 Diterapkan 1 Desember, Pelanggan Diminta Periksa Jadwal Hari Ketiga Pencarian, SAR Temukan Satu Korban Kapal Hilang di Mentawai

News

BMKG Prediksi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Sumbar hingga Januari 2027

Safira Ariel Putribadge-check

BMKG Prediksi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Sumbar hingga Januari 2027 Perbesar

Covesia.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) berpotensi mengalami curah hujan kategori tinggi selama November dan Desember 2026 hingga Januari 2027, dengan intensitas mencapai lebih dari 400 milimeter per bulan.

Prakiraan tersebut disampaikan melalui Press Release Prediksi Musim Hujan (PMH) Periode 2026/2027 yang memuat gambaran curah hujan dan wilayah berpotensi mengalami hujan tinggi dalam tiga bulan ke depan.

Forecaster BMKG Sumbar, Fitri Adi, menjelaskan bahwa pada November 2026 curah hujan di sebagian besar wilayah Sumbar diprediksi berada pada kategori menengah hingga tinggi.

“Memasuki bulan November tahun ini, curah hujan diprakirakan akan berada pada kategori menengah hingga tinggi,” ungkap Fitri Adi melalui pertemuan Zoom, Selasa (3/11/2026).

Wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan kategori tinggi, yakni lebih dari 400 milimeter per bulan, meliputi Kota Pariaman, sebagian besar Kabupaten Padang Pariaman, sebagian besar Pasaman Barat, serta Lubuk Basung, Tanjung Mutiara, dan IV Nagari di Kabupaten Agam.

Potensi hujan tinggi juga diprakirakan terjadi di Kepulauan Mentawai, khususnya Kecamatan Siberut Barat, Siberut Tengah, dan Siberut Utara.

Sementara itu, sifat hujan pada November 2026 diprediksi berada pada kategori bawah normal hingga normal.

Memasuki Desember 2026, curah hujan di Sumbar diprakirakan masih berada pada kategori menengah hingga tinggi dengan intensitas mencapai lebih dari 400 milimeter per bulan.

Sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan kategori tinggi meliputi Kecamatan 2×11 VI Lingkung, 2×11 Kayu Tanam, dan Padang Sago di Kabupaten Padang Pariaman.

Potensi hujan tinggi juga diprediksi terjadi di Kabupaten Pasaman Barat, meliputi Kecamatan Koto Balingka, Lembah Melintang, Luhak Nan Duo, Pasaman, Ranah Batahan, Sasak Ranah Pasisie, Sungai Aur, dan Sungai Beremas.

Untuk sifat hujan pada Desember 2026, BMKG memprakirakan berada pada kategori bawah normal hingga atas normal.

Selanjutnya, pada Januari 2027, curah hujan di Sumbar diprediksi masih berada pada kategori menengah hingga tinggi dengan potensi hujan kategori tinggi di sejumlah daerah.

Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Pasaman Barat, Kecamatan Lubuk Basung, IV Nagari, Malalak, dan Tanjung Mutiara di Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, serta Kota Pariaman.

Selain itu, potensi hujan tinggi juga diprakirakan terjadi di sebagian kecil wilayah Kota Padang dan sejumlah kecamatan di Kabupaten Kepulauan Mentawai, yakni Siberut Barat Daya, Siberut Barat, Siberut Selatan, Siberut Tengah, dan Siberut Utara.

Adapun sifat hujan pada Januari 2027 diprediksi berada pada kategori bawah normal hingga atas normal.

Sebelumnya, Analis dan Prakiraan Klimatologi Sumatera Barat, Rodi Yunus, menyampaikan bahwa Sumbar yang telah memasuki fase puncak musim hujan berpotensi mengalami curah hujan sekitar 400 hingga 500 milimeter.

Ia menjelaskan, curah hujan yang melebihi 500 milimeter per bulan sudah masuk kategori sangat tinggi sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

“Selama puncak musim hujan, Sumbar berpotensi mengalami curah hujan cukup tinggi berkisar 400 mm sampai 500 mm. Nah, jika melebihi angka 500 mm sudah dikategorikan sebagai curah hujan yang sangat tinggi,” ungkap Rodi.

Sehubungan dengan prakiraan tersebut, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, termasuk di sekitar aliran sungai, diimbau meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim hujan.

Masyarakat juga diminta rutin memantau perkembangan cuaca dan peringatan dini melalui kanal informasi resmi BMKG agar dapat mengantisipasi kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal Petinggi Negara, Jenderal LSP Ikut Tersangka

3 November 2026 - 21:10 WIB

Dua Korban Kapal Hilang di Mentawai Ditemukan Meninggal Usai 3 Hari Pencarian

3 November 2026 - 20:29 WIB

Pria di Pasaman Barat Ditangkap Usai Diduga Cabuli Anak 7 Tahun

3 November 2026 - 18:49 WIB

GAPEKA 2026 Diterapkan 1 Desember, Pelanggan Diminta Periksa Jadwal

3 November 2026 - 14:59 WIB

Hari Ketiga Pencarian, SAR Temukan Satu Korban Kapal Hilang di Mentawai

3 November 2026 - 14:50 WIB

Trending Topik Headline