Menu ✖

Mode Gelap
Mancing Berujung Petaka, Satu Warga Kerinci Hanyut di Sungai Sangir Solsel GAPEKA 2026 Berlaku 1 Desember, KA Pariaman Ekspres Kini Singgah di Shelter Kampung Jua Mahyeldi Imbau Masyarakat Sumbar Waspadai Potensi Hujan Lebat hingga 10 November Reaktivasi Jalur KAI Sumbar, Vagub Vasko: Pemprov Siap Bantu Sosialisasi ke Masyarakat Polda Sumbar Ungkap Peredaran Sabu di Padang, Dua Pria Ditangkap Tiga Kali Masuk Penjara, Pria di Sijunjung Kembali Ditangkap Kasus Curanmor

Daerah

Bencana Hidrometeorologi di Padang Pariaman Meluas Hingga 17 Kecamatan, Kerugiam Mencapai Miliaran Rupiah

Redaksi Covesiabadge-check

Bencana Hidrometeorologi di Padang Pariaman Meluas Hingga 17 Kecamatan, Kerugiam Mencapai Miliaran Rupiah Perbesar

Covesia.co.id – Bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang melanda Kabupaten Padang Pariaman sejak Sabtu (22/11) hingga Selasa (25/11) telah meluas hingga mencakup 17 dari total 17 kecamatan di wilayah tersebut. Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Pariaman secara resmi telah menetapkan status Tanggap Darurat selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 23 November hingga 6 Desember 2025.

Data terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman menunjukkan dampak yang masif, meliputi 56 nagari dengan total 26 titik banjir, 16 titik longsor, dan 14 titik pohon tumbang. Debit air empat sungai utama, termasuk Sungai Batang Anai, Batang Ulakan, Batang Tapakih, dan Batang Kamumuan, dilaporkan meluap akibat curah hujan ekstrem yang terjadi selama tiga hari berturut-turut.

Kepala BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman, merinci bahwa bencana ini menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp4,891,000,000,-.

Bencana ini telah merendam 3.326 unit rumah dengan ketinggian air antara 30 hingga 150 cm, berdampak pada sekitar 10.042 jiwa. Bahkan, 13 unit rumah dilaporkan hanyut terseret arus sungai.

10 kecamatan terdampak banjir terparah, di antaranya Lubuk Alung, Batang Anai, Ulakan Tapakih, dan Nan Sabaris. Di Nagari Tapakih, Kecamatan Ulakan Tapakih, dilaporkan 1.115 rumah terendam, menjadikannya daerah dengan dampak terluas.

Sementara itu, tanah longsor dan angin kencang juga dilaporkan merusak infrastruktur vital seperti jembatan, jalan hingga bendungan.

Meskipun tidak ada laporan korban jiwa, dua warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat pohon tumbang menimpa rumah di Nagari Lubuk Pandan dan telah dilarikan ke puskesmas terdekat.

Total 327 jiwa saat ini mengungsi di berbagai lokasi yang didirikan oleh pemerintah daerah dan warga, termasuk di halaman surau dan rumah warga yang aman dari banjir. Tim gabungan dari Pemerintah Daerah, BPBD, Basarnas, TNI/Polri, dan relawan telah bergerak mendirikan 7 titik dapur umum dan 6 lokasi pengungsian utama.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di Padang Pariaman masih diguyur hujan lebat, dan kebutuhan mendesak berupa alat berat, sembako, makanan siap saji, selimut, dan obat-obatan sangat dibutuhkan untuk mendukung operasi tanggap darurat. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

GAPEKA 2026 Berlaku 1 Desember, KA Pariaman Ekspres Kini Singgah di Shelter Kampung Jua

2 November 2026 - 18:29 WIB

Tak Menyerah Ikut Seleksi, Arifin Ilham Akhirnya Lolos TNI AD

28 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Indeks Udara Padang Tembus Kategori Tidak Sehat, BMKG Ungkap Asal Kabut Asapnya

18 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Spesialis Pencuri Fasilitas Sekolah di Padang Pariaman  Ditangkap Polisi

17 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Satpol PP Kembali Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, 5 Wanita Diamankan

17 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Trending Topik Daerah