Covesia.co.id – Timnas Argentina akan menghadapi Swiss pada laga perempat final Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung Minggu (12/7/2026) pukul 08.00 WIB.
Pertandingan yang akan digelar di MetLife Stadium, New Jersey, diprediksi berlangsung ketat meski Argentina lebih diunggulkan berkat pengalaman dan kualitas individu para pemainnya.
Laga ini menjadi pertemuan dua tim yang tampil konsisten sepanjang turnamen. Argentina datang dengan status juara dunia sekaligus salah satu kandidat kuat meraih trofi Piala Dunia 2026.
Sementara Swiss kembali membuktikan diri sebagai tim yang sulit dikalahkan dan mampu memberikan kejutan di setiap turnamen besar.
Dalam catatan pertemuan kedua tim, Argentina memiliki rekor yang lebih baik. Dari lima pertandingan terakhir di berbagai ajang, Albiceleste mencatat empat kemenangan, sedangkan satu pertandingan lainnya berakhir imbang.
Pertemuan paling dikenang terjadi pada babak 16 besar Piala Dunia 2014 ketika Argentina menang tipis 1-0 melalui gol Ángel Di María pada babak perpanjangan waktu.
Pada Piala Dunia 2026, perjalanan Argentina menuju delapan besar terbilang meyakinkan.
Setelah lolos dari fase grup sebagai juara Grup J, tim asuhan Lionel Scaloni mengalahkan Tanjung Verde dengan skor 3-2 pada babak 32 besar. Di babak 16 besar, Argentina kembali menunjukkan mental juara dengan menyingkirkan Mesir melalui kemenangan 3-2 sehingga memastikan tempat di perempat final.
Sementara itu, Swiss juga tampil impresif. Setelah lolos dari fase grup, mereka mengalahkan Aljazair 2-0 pada babak 32 besar. Di babak 16 besar, Swiss berhasil menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit.
Keberhasilan tersebut menunjukkan solidnya pertahanan serta mental bertanding para pemain Swiss.
Argentina diperkirakan masih mengandalkan permainan menyerang dengan kombinasi umpan-umpan pendek dan penguasaan bola.
Lini tengah yang dikomandoi Enzo Fernández dan Alexis Mac Allister menjadi motor permainan, sedangkan lini depan mengandalkan ketajaman Julián Álvarez dan kecepatan Alejandro Garnacho.
Di sisi lain, Swiss tetap mengusung permainan disiplin dengan organisasi pertahanan yang rapi. Serangan balik cepat menjadi senjata utama melalui Dan Ndoye dan Ruben Vargas, sementara Granit Xhaka tetap menjadi pengatur tempo permainan dari lini tengah.
Keunggulan utama Argentina terletak pada kualitas individu pemain yang merata di setiap lini, pengalaman menghadapi laga-laga besar, serta kreativitas dalam membangun serangan.
Namun, lini pertahanan Albiceleste masih sesekali kehilangan konsentrasi saat menghadapi serangan balik cepat.
Swiss memiliki kekuatan pada pertahanan yang kokoh, disiplin taktik, serta kemampuan memanfaatkan bola mati. Meski demikian, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah karena peluang yang tercipta tidak selalu mampu dikonversi menjadi gol.
Pertandingan ini juga akan menghadirkan duel menarik sejumlah pemain kunci. Julián Álvarez diprediksi menjadi andalan Argentina berkat mobilitas tinggi, kemampuan membuka ruang, pressing agresif, dan penyelesaian akhir yang tajam. Alejandro Garnacho diharapkan mampu memberikan ancaman melalui kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta keberaniannya melakukan duel satu lawan satu.
Dari kubu Swiss, Granit Xhaka akan menjadi pusat permainan berkat visi bermain, umpan panjang yang akurat, serta kepemimpinannya di lapangan.
Sementara Dan Ndoye diprediksi menjadi ancaman melalui kecepatan, akselerasi, dan kemampuan menusuk dari sisi sayap.
Argentina diperkirakan turun dengan formasi 4-3-3. Emiliano Martínez dipercaya mengawal gawang. Lini belakang diisi Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martínez, dan Nicolás Tagliafico. Trio Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, serta Rodrigo De Paul akan menguasai lini tengah. Di lini depan, Lionel Messi diperkirakan menjadi false nine yang didukung Julián Álvarez dan Alejandro Garnacho dari kedua sisi sayap.
Swiss diprediksi menggunakan formasi 3-4-2-1. Gregor Kobel menjaga gawang, dengan Manuel Akanji, Nico Elvedi, dan Ricardo Rodríguez mengawal pertahanan.
Kevin Mbabu dan Michel Aebischer beroperasi sebagai wing-back, sedangkan Granit Xhaka berduet dengan Remo Freuler di lini tengah. Dan Ndoye dan Ruben Vargas akan menopang Breel Embolo sebagai ujung tombak.
Sejak menit awal, Argentina diprediksi akan mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Swiss.
Sementara itu, Swiss kemungkinan memilih bertahan rapat sambil menunggu peluang melakukan serangan balik cepat. Duel lini tengah antara Enzo Fernández dan Granit Xhaka diyakini menjadi salah satu penentu jalannya pertandingan.
Apabila Argentina mampu mencetak gol lebih dahulu, pertandingan diperkirakan akan lebih terbuka. Namun jika Swiss berhasil mempertahankan kedudukan hingga babak kedua, laga berpotensi berlangsung ketat bahkan tidak menutup kemungkinan berlanjut ke babak tambahan waktu.
Melihat kualitas skuad, pengalaman, serta variasi serangan yang dimiliki, Argentina diprediksi memiliki peluang lebih besar untuk mengamankan tiket ke semifinal. (*)











