Covesia.co.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di seluruh wilayah Sumatera Barat pada Sabtu (19/9/2026) berpotensi hujan ringan hingga hujan disertai petir.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, hujan berpotensi terjadi sejak pagi di sejumlah wilayah, kemudian peluang hujan dengan intensitas lebih tinggi muncul pada siang hingga malam hari.
Pada pagi hari, hujan ringan diprakirakan terjadi di Kabupaten Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Dharmasraya, Pesisir Selatan, Kepulauan Mentawai dan Kota Padang.
Sementara sejumlah wilayah dataran tinggi dan bagian timur Sumbar, seperti Limapuluh Kota, Tanah Datar, Solok, Sijunjung, Sawahlunto dan Solok Selatan, diprakirakan berawan tebal pada pagi hari dan berangsur menjadi cerah berawan hingga berawan.
Untuk Kota Padang, data prakiraan cuaca BMKG yang dihimpun BPBD Kota Padang menunjukkan hujan ringan berpotensi terjadi pada dini hari, kemudian kondisi berawan pada pagi hari. Potensi petir diprakirakan meningkat mulai sekitar pukul 11.00 WIB hingga malam.
Kondisi serupa berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Sumbar lainnya. Data prakiraan yang dipublikasikan pada Sabtu pagi menunjukkan Pesisir Selatan, Solok, Sijunjung dan Tanah Datar berpotensi mengalami hujan ringan, sedangkan Padang Pariaman diprakirakan mengalami udara kabur.
Suhu udara Sumbar secara umum berada pada kisaran 18 hingga 30 derajat Celsius dengan kelembapan 67 hingga 99 persen.
BMKG sebelumnya juga menyampaikan bahwa pada periode 18–21 September 2026, sebagian wilayah Indonesia didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan sedang.
Sumatera Barat tetap perlu mewaspadai hujan lokal karena dinamika atmosfer masih dapat memicu peningkatan hujan di sejumlah daerah.
Potensi Petir
Potensi cuaca buruk juga perlu diperhatikan pada siang hingga malam hari. Sejumlah prakiraan wilayah Sumbar menunjukkan peluang hujan yang dapat disertai petir, terutama ketika pertumbuhan awan konvektif meningkat.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau memperhatikan perkembangan cuaca dan memperbarui informasi prakiraan BMKG, khususnya ketika terlihat pertumbuhan awan gelap atau terjadi perubahan cuaca secara cepat.
Selain wilayah daratan, pengguna jasa transportasi laut juga perlu memperhatikan kondisi perairan.
Prakiraan BMKG untuk Perairan Padang–Padang Pariaman pada Sabtu (19/9) menunjukkan potensi hujan petir dan gelombang dengan ketinggian sekitar 1,7 meter, dengan peringatan potensi gelombang mencapai 1,9 meter.
Dengan kondisi tersebut, nelayan dan masyarakat yang melakukan aktivitas di laut diimbau memperhatikan informasi cuaca dan gelombang sebelum beraktivitas.
BMKG mengingatkan bahwa prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer. Masyarakat diminta terus memantau informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG. (*)









