Covesia.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas II Minangkabau menetapkan status Siaga bencana hidrometeorologi untuk Kabupaten Pesisir Selatan pada Sabtu (12/9/2026).
Ancaman hujan berintensitas sangat lebat yang berisiko memicu banjir bandang dan tanah longsor menjadi sorotan utama di tengah tingginya kerentanan ekologis kawasan pesisir tersebut.
Selain Pesisir Selatan, BMKG meluncurkan status Waspada untuk lima wilayah lain, yaitu Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Pasaman, serta Kepulauan Mentawai. Tingginya kelembapan udara yang mencapai 98 persen serta kecepatan angin hingga 36 km/jam di kawasan kepulauan memperbesar risiko cuaca ekstrem sepanjang hari.
Puncak ancaman cuaca buruk diprakirakan terjadi pada siang hingga sore hari, di mana hujan deras disertai petir diproyeksikan merata di hampir seluruh wilayah Sumatera Barat. Kondisi ini menuntut kecermatan ekstra pada tata kelola lingkungan lokal, terutama terkait daya tampung daerah aliran sungai (DAS) dan stabilitas lereng yang rentan tererosi.
Ancaman bencana hidrometeorologi tidak hanya dipicu oleh curah hujan tinggi, tetapi juga diperparah oleh penurunan daya serap lingkungan akibat alih fungsi lahan dan sumbatan sistem drainase. Masyarakat yang bermukim di bantaran sungai dan kawasan lereng imbau untuk memperketat kesiapsiagaan mandiri.
BMKG mengingatkan kepada masyarakat agar mengakses pembaruan cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG dan pemerintah daerah setempat. (*)










