Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Ekonomi Sumbar Tumbuh 4,69 Persen, Angka Pengangguran Turun Petani Ditemukan Meninggal di Kebun Sawit Pasaman Barat Sukses di Koto Lalang, Parkir Digital Antrean BBM Sasar SPBU Mata Air dan Pengambiran 9 Pedagang Korban Kebakaran Los Batiah Payakumbuh Dipastikan Kembali ke Lapak Semula Vasko Dorong Pengembangan Nagari Creative Hub, 13 Nagari Jadi Percontohan di Sumbar Diduga Jadi Mucikari Anak di Bawah Umur, Mahasiswa di Padang Ditangkap di Hotel

News

Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar Perbesar

Covesia.co.id – Di tengah kondisi curah hujan yang masih tinggi di Sumatera Barat, ada 8 titik api (hotspot-red) yang muncul sepekan terakhir.

Walaupun belum menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan, kemunculkan 8 titik api ini sebagai pengingat mitigasi bencana.

Koordinator Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau Yudha Nugraha menyebutkan pantauan satelit dari sistem SiPongi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), terdeteksi delapan titik panas dengan tingkat kepercayaan medium hingga tinggi.

“Dalam sepekan terakhir, terpantau 8 titik api di Sumbar. Tersebar di Pesisir Selatan, Sijunjung, Dharmasraya dan Pasaman Barat, ” Kata Yudha kepada Covesia.co.id, Kamis (30/7/2026).

Dikatakannya, tingkat kepercayaan 8 titik api tersebut memiliki tingkat kepercayaan medium hingga tinggi.

“Walaupun muncul titik api di beberapa wilayah, Sumbar masih jauh dari kondisi darurat Karhutla, ” Katanya.

Secara klimatologis, pada Juli dan Agustus 2026, Yudha menyampaikan Sumbar masih berada pada pola hujan ekuatorial dengan curah hujan bulanan yang relatif tinggi.

Karakteristik iklim Sumatera Barat memiliki dua puncak musim hujan, yaitu sekitar November-Desember dan Maret-April. Curah hujan bulanan umumnya tetap berada di atas 150 milimeter, sehingga potensi cuaca ekstrem dapat terjadi hampir sepanjang tahun.

“Memasuki Juli hingga Agustus memang ada tren peningkatan curah hujan kembali,” ujarnya.

Untuk curah hujan selama Juli, masih berada pada kategori menengah atau berkisar 200 hingga 300 milimeter per bulan. Artinya hujan yang mengguyur masih tergolong normal. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Petani Ditemukan Meninggal di Kebun Sawit Pasaman Barat

5 November 2026 - 14:12 WIB

Sukses di Koto Lalang, Parkir Digital Antrean BBM Sasar SPBU Mata Air dan Pengambiran

5 November 2026 - 12:14 WIB

9 Pedagang Korban Kebakaran Los Batiah Payakumbuh Dipastikan Kembali ke Lapak Semula

5 November 2026 - 10:00 WIB

Vasko Dorong Pengembangan Nagari Creative Hub, 13 Nagari Jadi Percontohan di Sumbar

5 November 2026 - 09:52 WIB

Diduga Jadi Mucikari Anak di Bawah Umur, Mahasiswa di Padang Ditangkap di Hotel

5 November 2026 - 08:34 WIB

Trending Topik News