Menu

Mode Gelap
Dibalik Penyerangan Beruang di Pasaman, Ternyata Sudah Dua Bulan Lalu Lalang di Kebun Warga  Sedang Menyadap Karet, Warga Pasaman Diserang Beruang Madu Kualitas Udara Sumbar Kembali Memburuk, Padang Pariaman Terparah Dugaan Keracunan MBG di MTsN 1 Pauh Pariaman, Korban bertambah Jadi 123 Siswa dan 5 Masih Dirawat  Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa Kejari Padang Panjang Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Jalan Pasar Sayur Busur

News

Nurani Perempuan: Stop Anggap Remeh Perundungan Anak

Safira Ariel Putribadge-check

Nurani Perempuan: Stop Anggap Remeh Perundungan Anak Perbesar

Covesia.co.id – Fenomena perundungan (bullying) kembali menggegerkan Kota Padang. Belum hilang dari ingatan publik mengenai insiden ledakan bom kelas yang diduga dipicu aksi perundungan, kini kasus serupa kembali terjadi. Seorang siswi kelas 3 SD di Padang Selatan, mengembuskan napas terakhirnya yang diduga akibat perlakuan bullying dari temannya.

Menanggapi tragedi ini, Koordinator Divisi Pendidikan Nurani Perempuan, Fitri Fidia Ningsih, menyuarakan keprihatinan mendalam. Ia menegaskan bahwa perundungan bukanlah perkara sepele yang bisa dimaklumi, siapa pun pelakunya.

“Perilaku bullying tidak boleh kita toleransi, baik yang dilakukan oleh perempuan dewasa maupun anak-anak. Ini adalah tindakan berbahaya yang jika dibiarkan dapat berujung pada kematian. Dan kita tahu betul, kasus kematian akibat perundungan ini bukan lagi satu atau dua kali terjadi, melainkan sudah memakan banyak korban,” tegas Fitri kepada Covesia.co.id, Senin (27/7/2026).

Fitri menilai perundungan sebagai persoalan kompleks. Dinamika perkembangan zaman dan pola pergaulan turut memengaruhi tumbuhnya “bibit-bibit” perundungan pada anak, terlebih jika kepedulian lingkungan sekitarnya amat minim.

Ia menekankan bahwa upaya pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada segelintir orang. Butuh peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat, mulai dari orang tua hingga warga di lingkungan sekitar.

“Budaya pergaulan memang memengaruhi, tetapi kita tidak bisa menghentikan perkembangan zaman. Anak-anak adalah peniru yang handal. Karena itu, kepedulian orang-orang di sekitar sangat krusial. Jika melihat anak mulai menunjukkan indikasi meniru sikap perundungan, orang tua atau siapa pun yang mengenalnya harus berani bertindak dan menegur (speak up),” lanjutnya.

Selain memberikan perhatian penuh kepada korban, Fitri mengingatkan pentingnya penanganan khusus bagi pelaku yang masih berstatus anak-anak. Mereka memerlukan pendampingan ketat agar menyadari kesalahannya, mendapatkan bimbingan psikologis yang tepat, dan berhenti mengulangi perbuatannya.

Disamping itu, Nurani Perempuan mendesak Pemerintah Daerah untuk melakukan pembenahan sistematis dan mengevaluasi secara menyeluruh penanganan fenomena bullying di dunia pendidikan, khususnya yang menimpa anak dan perempuan.

(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Dibalik Penyerangan Beruang di Pasaman, Ternyata Sudah Dua Bulan Lalu Lalang di Kebun Warga 

15 September 2026 - 17:33 WIB

Sedang Menyadap Karet, Warga Pasaman Diserang Beruang Madu

15 September 2026 - 16:14 WIB

Dugaan Keracunan MBG di MTsN 1 Pauh Pariaman, Korban bertambah Jadi 123 Siswa dan 5 Masih Dirawat 

15 September 2026 - 12:19 WIB

Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

15 September 2026 - 10:42 WIB

Kejari Padang Panjang Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Jalan Pasar Sayur Busur

15 September 2026 - 10:22 WIB

Trending Topik News