Menu ✖

Mode Gelap
LBH Padang Soroti Dugaan Diskriminasi Pendampingan Polwan Korban Kekerasan Seksual di Mabes Polri Lima Hari Hilang di Solok Selatan, Pemancing Asal Kerinci Ditemukan Meninggal Dunia DPRD Sumbar Temukan 22 Aset Bermasalah Senilai Rp79 Miliar, Rp54,52 Miliar Menganggur Prakirakan Cuaca Sumbar 7 November 2026, Enam Daerah Ini Berpotensi Hujan Masyarakat Pandai Sikek Tolak Trase Tol, Bukan Pembangunannya Bus AKDP Arah Utara Dipusatkan di Terminal Anak Air, Penumpang Justru Terbebani Ongkos Tambahan

News

Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata AS, Harga Minyak Dunia Kembali Melambung

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata AS, Harga Minyak Dunia Kembali Melambung Perbesar

Covesia.co.id – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran menolak proposal gencatan senjata sementara yang didukung Amerika Serikat (AS).

Penolakan tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas kawasan, sekaligus mendorong harga minyak dunia kembali menembus level psikologis US$100 per barel.

Berdasarkan laporan The New York Times, proposal gencatan senjata yang dimediasi Perdana Menteri Irak, Ali al-Zaidi, ditolak Teheran.

Penolakan ini didasari karena AS belum menyelesaikan persoalan strategis, khususnya terkait kendali atas Selat Hormuz.

Dalam laporan tersebut disebutkan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya tidak memerlukan perantara tambahan dalam proses negosiasi dengan Washington.

“Iran tidak membutuhkan perantara tambahan. Hambatan dalam negosiasi bukan terletak pada komunikasi, melainkan pada pendekatan yang dilakukan Washington,” kata Araghchi, seperti dikutip The New York Times, Kamis (23/7/2026).

Penolakan itu muncul di tengah meningkatnya ancaman dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menyatakan akan memberikan “hukuman militer besar-besaran” terhadap Iran dan kelompok Houthi di Yaman. Terlebih lagi pasca serangan Houthi terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.

Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran akan terganggunya distribusi energi global, terutama di dua jalur pelayaran penting dunia, yakni Selat Hormuz dan Bab al-Mandab.

Para pejabat Iran juga dikabarkan mulai mempersiapkan berbagai skenario jika Amerika Serikat benar-benar melancarkan serangan terhadap wilayah maupun infrastruktur strategis Iran.

Salah satu opsi yang disebut dalam laporan adalah memperluas konflik dengan melibatkan sekutu-sekutunya di kawasan.

Harga Minyak Dunia Tembus US$100 per Barel

Meningkatnya tensi geopolitik langsung direspons pasar energi. Harga minyak mentah Brent kembali melampaui US$100 per barel, level tertinggi sejak Mei 2026, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah.

Analis komoditas dari ING menilai risiko gangguan pasokan minyak kini berada pada titik tertinggi akibat eskalasi konflik yang terus memburuk.

Data pasar menunjukkan harga minyak Brent diperdagangkan di kisaran US$101,06 per barel, setelah melonjak sekitar 7 persen menyusul serangan terhadap kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran US$91,20 per barel.

Kenaikan harga minyak dipicu kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan terganggunya distribusi minyak melalui Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Jika konflik semakin meluas, pasokan energi global dikhawatirkan akan semakin tertekan dan mendorong harga minyak naik lebih tinggi lagi.

Sumber: The New York Times, Reuters, AP News.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

LBH Padang Soroti Dugaan Diskriminasi Pendampingan Polwan Korban Kekerasan Seksual di Mabes Polri

7 November 2026 - 10:44 WIB

Lima Hari Hilang di Solok Selatan, Pemancing Asal Kerinci Ditemukan Meninggal Dunia

7 November 2026 - 08:35 WIB

DPRD Sumbar Temukan 22 Aset Bermasalah Senilai Rp79 Miliar, Rp54,52 Miliar Menganggur

7 November 2026 - 08:18 WIB

Prakirakan Cuaca Sumbar 7 November 2026, Enam Daerah Ini Berpotensi Hujan

7 November 2026 - 08:09 WIB

Masyarakat Pandai Sikek Tolak Trase Tol, Bukan Pembangunannya

6 November 2026 - 22:00 WIB

Trending Topik News