Covesia.co.id – Harapan akhirnya datang dari dasar jurang di kawasan Flyover Kelok Sembilan, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Sabtu (4/7/2026) malam. Dua korban kecelakaan tunggal yang sempat terjebak di kedalaman sekitar 40 meter berhasil dievakuasi Tim SAR gabungan dalam kondisi selamat.
Proses penyelamatan berlangsung di medan yang curam dan menantang. Dengan peralatan khusus serta kerja sama lintas instansi, tim penyelamat berhasil menjangkau kedua korban dan mengangkat mereka ke atas hanya dalam waktu sekitar 13 menit.
Koordinator Pos SAR Lima Puluh Kota, Roni Nur, mengatakan kedua korban merupakan warga Kota Bukittinggi, yakni Irsa (54) dan Aris (19).
“Setelah melalui proses evakuasi di medan yang cukup terjal, kedua korban berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dalam keadaan selamat,” ujar Roni, Sabtu malam.
Operasi penyelamatan dimulai setelah Pos SAR Lima Puluh Kota menerima laporan pada pukul 17.46 WIB. Lima personel rescuer segera diberangkatkan menuju lokasi dengan membawa perlengkapan evakuasi.
Setibanya di lokasi pada pukul 18.45 WIB, tim langsung berkoordinasi dengan unsur yang telah lebih dahulu berada di lapangan. Tanpa menunggu lama, proses penyelamatan dilakukan menggunakan teknik mountaineering untuk menjangkau dasar jurang.
“Tepat pukul 18.58 WIB, kedua korban berhasil diangkat dari dasar jurang Flyover Kelok Sembilan. Selanjutnya, mereka dibawa ke RSUD Adnan WD Payakumbuh menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Roni.
Keberhasilan operasi tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Sebanyak 34 personel gabungan diterjunkan, terdiri atas Pos SAR Lima Puluh Kota, Polres Lima Puluh Kota, Dinas Pemadam Kebakaran, PMI, BPBD Lima Puluh Kota, serta warga setempat yang turut membantu proses evakuasi.
Setelah memastikan seluruh korban telah berhasil dievakuasi dan situasi dinyatakan aman, tim gabungan mengakhiri operasi dengan debriefing pada pukul 19.05 WIB.
“Seluruh korban telah berhasil diselamatkan dan tidak ada lagi korban yang tertinggal di lokasi. Operasi SAR kemudian diusulkan untuk ditutup, dan seluruh personel kembali ke satuan masing-masing,” tutup Roni.










