Menu

Mode Gelap
Pagi Ini Kualitas Udara Padang Kembali Berbahaya, ISPU Tembus 440 Komplotan Curanmor Di Kota Padang Dibekuk, Polisi Ungkap Puluhan TKP Karhutla di Sumatera Mulai Mereda, Hotspot Turun Hingga 43 Persen Pemancing Dilaporkan Jatuh di Tebing Laut Kawasan Bukit Lampu Harga Emas Minggu 13 September 2026 Stabil, Antam Rp2,644 Juta per Gram Indonesia Terkepung Bencana

Ekonomi dan Bisnis

Cabai Merah dan BBM Bergejolak, Inflasi Sumatera Barat Tembus 4,70 Persen

Safira Ariel Putribadge-check

Foto Ilustrasi/Istimewa Perbesar

Foto Ilustrasi/Istimewa

Covesia.co.id – Tekanan ekonomi akibat lonjakan harga pangan dan biaya transportasi kian terasa di Sumatera Barat. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat melaporkan angka inflasi tahunan (year on year/y-on-y) di wilayah ini menyentuh angka 4,70 persen pada Juni 2026.

Kenaikan harga cabai merah yang tak terbendung serta dampak penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mengerek tarif transportasi menjadi motor utama di balik lonjakan angka inflasi tersebut.

Kepala BPS Provinsi Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, mengungkapkan bahwa potret inflasi tahunan ini terlihat jelas dari meroketnya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari yang sebelumnya 108,41 pada Juni 2025 menjadi 113,51 pada Juni 2026.

“Pada Juni 2026, Provinsi Sumatera Barat mengalami inflasi year on year sebesar 4,70 persen dengan IHK sebesar 113,51,” ujar Nurul Hasanudin dalam pemaparan Berita Resmi Statistik BPS Sumbar, Rabu (1/7/2026).

Secara rinci, Nurul memaparkan bahwa cabai merah menjadi komoditas tunggal yang memberikan andil paling besar terhadap inflasi tahunan di Sumbar, yakni mencapai 0,73 persen. Faktor energi pun tak kalah menyumbang andil besar; kenaikan harga bensin menyumbang inflasi sebesar 0,17 persen, disusul oleh sektor angkutan udara sebesar 0,14 persen.

Tak hanya itu, rantai kenaikan harga juga menjalar ke sejumlah kebutuhan lain. Mulai dari emas perhiasan, beras, minyak goreng, bawang merah, hingga sektor kuliner seperti nasi dengan lauk ikut andil mendorong kenaikan indeks pengeluaran masyarakat.

Jika dibedah berdasarkan kelompok pengeluaran, sektor isi piring masyarakat menjadi yang paling terpukul. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan drastis hingga 7,76 persen dengan andil total terhadap inflasi sebesar 2,54 persen.

Bukan cuma inflasi tahunan, dalam skala bulanan (month to month/m-to-m), Sumbar juga mencatatkan inflasi sebesar 0,50 persen sepanjang Juni 2026. Dengan penambahan ini, inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) hingga semester pertama tahun 2026 kini berada di angka 0,98 persen.

Lagi-lagi, duet maut antara cabai merah dan bensin menjadi pemicu utama inflasi bulanan ini, dengan masing-masing menyumbang andil sebesar 0,14 persen.

Meski demikian, laju inflasi Juni 2026 ini sedikit tertahan berkat adanya deflasi pada beberapa komoditas pangan lainnya. Harga daging ayam ras, telur ayam ras, serta beberapa jenis sayuran seperti sawi hijau, buncis, dan kangkung terpantau mengalami penurunan harga sehingga mampu meredam gejolak inflasi yang lebih tinggi.

BPS mencatat gejolak ekonomi ini merata di seluruh daerah cakupan IHK di Sumatera Barat. Namun, tingkat keparahannya bervariasi:

Kabupaten Dharmasraya: Menjadi daerah dengan inflasi tahunan tertinggi mencapai 5,91 persen.

Kabupaten Pasaman Barat: Mengekor tipis di posisi kedua dengan inflasi 5,90 persen.

Kota Bukittinggi: Mencatat inflasi sebesar 4,52 persen.

Kota Padang: Menjadi wilayah yang paling stabil dengan angka inflasi terendah, yakni 4,19 persen.

Nurul Hasanudin menyimpulkan bahwa kombinasi antara tidak stabilnya harga komoditas pangan—khususnya hortikultura seperti cabai merah—serta penyesuaian biaya logistik akibat kenaikan harga BBM adalah faktor dominan yang membentuk wajah inflasi Sumatera Barat di pertengahan tahun 2026 ini.

(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Harga Emas Minggu 13 September 2026 Stabil, Antam Rp2,644 Juta per Gram

13 September 2026 - 09:08 WIB

Sempat Buron, Jukir Penggelap Motor Rp18 Juta Diciduk di Bandar Purus

12 September 2026 - 17:04 WIB

Hutang Sabu di Balik Dapur: Ketika Kristal Haram Menyasar Pekerja Kasar di Padang Pariaman

12 September 2026 - 10:23 WIB

Harga Emas Pagi Ini 12 September 2025, Rp2,6 Juta per Gram

12 September 2026 - 09:33 WIB

Harga TBS Sawit Sumbar Masih Tinggi, Dharmasraya Tembus Rp4.050 dan Pasaman Barat Rp3.942

29 Agustus 2026 - 08:51 WIB

Trending Topik Ekonomi dan Bisnis