Menu

Mode Gelap
Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dipulangkan ke Indonesia Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar Hari Ini PN Pekanbaru Bacakan Vonis Gubernur Riau Nonaktif Pemko Padang Matangkan Persiapan Menuju Kota Gastronomi Dunia

Sport

Tinggal Sendirian, Lansia di Pasaman Barat Ditemukan Membusuk Tak Bernyawa Didalam Rumah

badge-check

Tinggal Sendirian, Lansia di Pasaman Barat Ditemukan Membusuk Tak Bernyawa Didalam Rumah Perbesar

Covesia.co.id – Seorang pria lanjut usia (Lansia-red) bernama Eriyal (73) ditemukan meninggal dunia di dalam rumanya di Jorong Pinaga Sakato, Nagari Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Korban diketahui berprofesi sebagai peani itu diduga telah meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan oleh warga. Saat ditemukan, kondisi jasad korban sudah mulai membusuk.

Kapolsek Pasaman, AKP Bermana Manda, SH Mengatakan penemuan jasad korban berawal dari kecurigaan warga sekitar yang sudah beberapa hari tidak melihat korban keluar rumah. Selain itu, warga juga mencium bau tidak sedap yang berasal dari dalam rumah korban.

“Warga kemudian berinisiatif untuk membuka paksa pintu rumah karena curiga korban sudah beberapa hari tidak terlihat. Setelah masuk ke rumah, korban ditemukan tergeletak di lantai di depan pintu kamar mandi dan sudah dalam kondisi meninggal dunia,” Ujat Kapolsek.

Berdasarkan keterangan warga, Eriyal terakhir telihat pada Selasa (23/6/2026). Keesokan harinya atau Rabu dini hari, tetangga mendengar korban sedang batuk. Namun setelah itu, tidak ada lagi aktivitas dari dalam rumah sehingga muncul kekhawatiran warga sekitar.

Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke pihak Kepolisian. Sekitar pukul 13.00 WIB, petugas datang ke lokasi dan langsung melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Usai pemeriksaan awal, jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Pasaman Barat guna menjalani visum untuk memastikan penyebab kematian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kondisi pembusukan merupakan proses alami pasca kematian.

Lebih lanjut, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsy atau Visum Et Repertum dalam. Penolakan tersebut tertuang dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani oleh keluarga.

Usai seluruh rangkaian pemeriksaan selesai dilaksanaka, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (*)

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Muncul Petisi Larang Argentina Tampil Piala Dunia Selamanya, Tembus 23 Tanda Tangan

29 Juli 2026 - 09:44 WIB

Piala AFF 2026, Indonesia Bidik Tiga Poin Lawan Kamboja Malam Ini

27 Juli 2026 - 10:46 WIB

Di Piala Dunia 2030, Ternyata Sudah Ada 6 Negara Yang Lolos Otomatis

21 Juli 2026 - 19:19 WIB

Lamine Yamal, Bocah Ajaib Sederhana yang Menjadi Bintang Sepakbola Dunia

20 Juli 2026 - 23:58 WIB

Drama Piala Dunia 2026: Tangisan Messi Hingga Pahlawan Timnas Spanyol

20 Juli 2026 - 06:43 WIB

Trending Topik Sport