Menu ✖

Mode Gelap
Pelabuhan Teluk Tapang Disiapkan Jadi Pusat Industri dan Energi Nasional Polres Pariaman Tangkap Pria 56 Tahun Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik Kebakaran Dini Hari Hanguskan Studio Foto di Padang Sambut HUT ke-81 Brimob, Polda Sumbar Bersihkan Pantai Purus Padang Harga Batu Bara November 2026 Turun, Kalori Menengah dan Rendah Naik SMKN 1 Sasak Direlokasi, Rp3 Miliar Digelontorkan untuk Atasi Ancaman Banjir

News

Peringatan Dini BMKG: 26 Provinsi Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Fitratul Husnabadge-check

Foto: Dok Covesia.co.id Perbesar

Foto: Dok Covesia.co.id

Covesia.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta pemerintah daerah (pemda) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang diprediksi akan melanda 26 provinsi di Indonesia hingga Jumat (26/6/2026).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengimbau otoritas daerah untuk memastikan infrastruktur mitigasi bekerja optimal sebelum terlambat.

“Menyikapi prakiraan cuaca dari BMKG, kami meminta otoritas daerah memastikan saluran drainase berfungsi baik serta mengimbau publik menghindari aktivitas di sekitar daerah aliran sungai saat hujan deras,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), berikut adalah wilayah yang wajib meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem: Aceh, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Maluku Utara, serta seluruh daratan Papua (Papua, Papua Barat, Papua Selatan, dan Papua Tengah).

Abdul menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar formalitas. Urgensi kesiapsiagaan ini berkaca pada musibah banjir yang baru saja melanda Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Akibat hujan lebat yang memicu luapan Sungai Sekadau, sebanyak 1.560 unit rumah warga sempat terendam banjir dengan ketinggian air mencapai dua meter, sebelum akhirnya berangsur surut. BNPB berharap respons cepat di daerah bisa mencegah dampak serupa terulang kembali.

Menariknya, di saat sebagian besar wilayah Indonesia terancam banjir, beberapa titik justru mengalami fenomena sebaliknya. BNPB turut menyoroti wilayah yang saat ini sedang mengalami fenomena hari tanpa hujan, salah satunya di Lombok Barat, NTB.

Pemda di kawasan kering diminta untuk tidak lengah dan segera mengoptimalkan manajemen distribusi cadangan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan.

“Bagi kawasan yang mulai memasuki fase kekeringan, pemerintah daerah harus mengelola pasokan air secara bijak. Masyarakat diharapkan segera melapor ke BPBD setempat jika mengalami gangguan pemenuhan air bersih,” pungkas Abdul. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Pelabuhan Teluk Tapang Disiapkan Jadi Pusat Industri dan Energi Nasional

6 November 2026 - 16:45 WIB

Polres Pariaman Tangkap Pria 56 Tahun Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

6 November 2026 - 15:43 WIB

Kebakaran Dini Hari Hanguskan Studio Foto di Padang

6 November 2026 - 15:06 WIB

Sambut HUT ke-81 Brimob, Polda Sumbar Bersihkan Pantai Purus Padang

6 November 2026 - 11:33 WIB

Harga Batu Bara November 2026 Turun, Kalori Menengah dan Rendah Naik

6 November 2026 - 11:26 WIB

Trending Topik Ekonomi dan Bisnis