Covesia.co.id – Kawasan bekas reklamasi tambang di Jorong Aur Gading, Nagari Limo Koto, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, kini mulai bersiap menyongsong wajah baru yang lebih hijau.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan, Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah bersama Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir memimpin aksi penanaman 1.000 pohon secara massal pada Rabu (24/6/2026).
Aksi penghijauan ini tidak dilakukan berdua saja. Sinergi lintas sektor terlihat jelas dengan hadirnya jajaran Kejaksaan Negeri Sijunjung, Dandim 0310/SSD, organisasi kepemudaan (OKP), mahasiswa, hingga unsur Forkopimcam dan Pemerintah Nagari.
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan bagian dari langkah konkret pemulihan lingkungan pasca-aktivitas pertambangan. Selain itu, aksi ini menjadi sokongan besar bagi program lingkungan hidup yang digagas oleh Polda Sumatera Barat melalui Gerakan “Sumbar Sejuk Asri”.
Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah mengungkapkan bahwa penanaman pohon ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup.
“Kegiatan ini adalah upaya bersama untuk menghijaukan kembali lahan yang telah dimanfaatkan, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan generasi mendatang,” ujar Willian kepada media, Rabu.
Lebih lanjut, AKBP Willian menegaskan bahwa peran Polri di tengah masyarakat saat ini sudah jauh berkembang. Polisi tidak lagi hanya berfokus pada penegakan hukum konvensional, tetapi juga wajib peka dan andil dalam memberikan solusi terhadap isu-isu sosial dan lingkungan.
“Polisi hadir bersama masyarakat bukan hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga memberikan solusi dan kenyamanan. Salah satunya melalui kegiatan pelestarian lingkungan seperti penanaman pohon ini,” tambahnya.
Gayung bersambut, aksi ini mendapat dukungan penuh dari elemen daerah. Selain Bupati Sijunjung, tampak hadir Kepala Kejaksaan Negeri Sijunjung Muhammad Ali, Ketua DPD KNPI Kabupaten Sijunjung Aldo Yendicoal, serta para ketua organisasi kepemudaan dan mahasiswa setempat.
Melalui penanaman 1.000 pohon di area eks-tambang ini, pemerintah daerah dan aparat penegak hukum berharap kawasan yang dulunya gersang akibat eksploitasi dapat kembali produktif dan memberikan dampak ekologis yang sehat bagi warga Sijunjung. Ke depan, sinergi hijau ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan lingkungan serupa di wilayah lain. (*)










