Menu ✖

Mode Gelap
Pelabuhan Teluk Tapang Disiapkan Jadi Pusat Industri dan Energi Nasional Polres Pariaman Tangkap Pria 56 Tahun Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik Kebakaran Dini Hari Hanguskan Studio Foto di Padang Sambut HUT ke-81 Brimob, Polda Sumbar Bersihkan Pantai Purus Padang Harga Batu Bara November 2026 Turun, Kalori Menengah dan Rendah Naik SMKN 1 Sasak Direlokasi, Rp3 Miliar Digelontorkan untuk Atasi Ancaman Banjir

News

Prabowo Sebut Ada 700 Lebih BUMN yang Sakit, 240 Sudah Ditutup

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Prabowo Sebut Ada 700 Lebih BUMN yang Sakit, 240 Sudah Ditutup Perbesar

Covesia.co.id– Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan ada 700 BUMN yang sakit dan terus mengalami kerugian. Hingga Juni 2026 ini melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, pemerintah telah menutup sekitar 240 yang sakit tersebut. Sisanya masih dalam proses dan pembinaan.

Langkah tegas kepada BUMN ini diambil merupakan bagian dari upaya restrukturisasi besar-besaran terhadap perusahaan-perusahaan pelat merah.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) pada Selasa (23/6/2026).

Menurut Prabowo, jumlah entitas BUMN yang dimiliki pemerintah saat ini mencapai lebih dari 1.000 perusahaan. Dari jumlah tersebut, ratusan perusahaan dinilai tidak memberikan keuntungan dan justru menjadi beban anggaran negara.

“Jumlah BUMN 1.000 lebih. Sekarang kita sudah tutup kurang lebih sudah 240 yang kita tutup. Enggak ada yang untung, rugi terus. Kalau tidak salah kita ujungnya akan menutup kurang lebih 800 perusahaan negara, minimal 700-lah,” kata Prabowo.

Presiden menjelaskan bahwa penutupan perusahaan-perusahaan yang merugi tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan aset negara sekaligus mengurangi pemborosan anggaran.

Menurutnya, banyak dana negara yang selama ini terserap untuk membiayai operasional perusahaan yang tidak sehat, termasuk pembayaran gaji direksi dan komisaris.

“Itu kalau dihitung umpamanya empat direksi sama empat komisaris itu delapan kali 200 adalah 1.600. Kalau gajinya masing-masing Rp50 juta sebulan, berapa itu? Bahkan ada yang gajinya bisa di atas itu,” ujarnya.

Meski demikian, Prabowo belum merinci identitas maupun sektor usaha dari sekitar 460 hingga 560 BUMN lain yang direncanakan akan ditutup dalam tahap berikutnya.

Di sisi lain, BPI Danantara juga terus menjalankan program konsolidasi perusahaan pelat merah. CEO Danantara, Rosan Roeslani, melaporkan bahwa proses perampingan BUMN menunjukkan perkembangan signifikan.

Berdasarkan data yang disampaikan kepada Presiden Prabowo, dari total sekitar 1.077 entitas BUMN yang ada saat ini, sebanyak 258 perusahaan telah berhasil dikonsolidasikan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pemerintah akan melanjutkan proses tersebut terhadap ratusan perusahaan lainnya dalam waktu dekat.

“Dari total sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 telah berhasil dikonsolidasikan, dan dilanjutkan dengan target sekitar 300 entitas dalam waktu dekat,” ujar Teddy dalam siaran resmi yang diterima pada Senin (22/6/2026).

Pemerintah berharap langkah penutupan dan konsolidasi BUMN dapat menciptakan perusahaan negara yang lebih efisien, sehat secara keuangan, serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Pelabuhan Teluk Tapang Disiapkan Jadi Pusat Industri dan Energi Nasional

6 November 2026 - 16:45 WIB

Polres Pariaman Tangkap Pria 56 Tahun Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

6 November 2026 - 15:43 WIB

Kebakaran Dini Hari Hanguskan Studio Foto di Padang

6 November 2026 - 15:06 WIB

Sambut HUT ke-81 Brimob, Polda Sumbar Bersihkan Pantai Purus Padang

6 November 2026 - 11:33 WIB

Harga Batu Bara November 2026 Turun, Kalori Menengah dan Rendah Naik

6 November 2026 - 11:26 WIB

Trending Topik Ekonomi dan Bisnis