Menu ✖

Mode Gelap
Pelabuhan Teluk Tapang Disiapkan Jadi Pusat Industri dan Energi Nasional Polres Pariaman Tangkap Pria 56 Tahun Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik Kebakaran Dini Hari Hanguskan Studio Foto di Padang Sambut HUT ke-81 Brimob, Polda Sumbar Bersihkan Pantai Purus Padang Harga Batu Bara November 2026 Turun, Kalori Menengah dan Rendah Naik SMKN 1 Sasak Direlokasi, Rp3 Miliar Digelontorkan untuk Atasi Ancaman Banjir

News

Prajurit Penjaga Perdamaian RI Gugur di Lebanon, Sekjen PBB Antonio Guterres Sampaikan Duka Mendalam

Redaksi Covesiabadge-check

Prajurit Penjaga Perdamaian RI Gugur di Lebanon, Sekjen PBB Antonio Guterres Sampaikan Duka Mendalam Perbesar

Covesia.co.id – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam keras serangan proyektil yang menghantam pos pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon Selatan pada Minggu (29/3/2026). Insiden tragis tersebut mengakibatkan satu prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda gugur.

Serangan yang terjadi di tengah eskalasi konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah tersebut menghantam pos UNIFIL di Kota Adchit Al Qusayr. Selain satu korban jiwa, proyektil tersebut juga melukai tiga personel lainnya, dengan satu prajurit dilaporkan dalam kondisi luka parah.

Melalui akun resminya di media sosial X, Guterres menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan Pemerintah Indonesia.

“Saya sangat mengecam insiden ini. Seorang penjaga perdamaian Indonesia tewas di tengah konflik antara Israel dan Hizbullah. Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga, rekan kerja, serta kepada Indonesia,” tulis Guterres, Senin (30/3/2026).

Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi bahwa prajurit tersebut gugur akibat tembakan artileri tidak langsung yang jatuh di sekitar posisi kontingen Indonesia. Kota Adchit Al Qusayr, lokasi kejadian, merupakan wilayah yang berada dekat dengan garis perbatasan Lebanon-Israel yang kini menjadi zona pertempuran sengit selama sebulan terakhir.

“Saat ini, Indonesia terus berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan proses repatriasi jenazah serta memberikan perawatan medis terbaik bagi personel yang terluka,” tulis pernyataan resmi Kemlu RI.

Insiden ini menambah daftar panjang ancaman terhadap pasukan perdamaian dunia. Guterres menegaskan bahwa keselamatan personel PBB harus menjadi prioritas utama bagi seluruh pihak yang bertikai.

“Saya menyerukan kepada semua pihak untuk menaati kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, serta setiap saat memastikan keselamatan personel, aset, dan fasilitas PBB,” tegas Sekjen PBB yang menjabat sejak 2017 tersebut.

Sejak pecahnya pertempuran terbaru di Lebanon Selatan, posisi UNIFIL telah berulang kali menjadi sasaran serangan. Sebelumnya, pada awal Maret, tiga tentara asal Ghana juga dilaporkan terluka akibat tembakan di wilayah perbatasan.

UNIFIL sendiri merupakan pasukan independen yang telah bertugas di Lebanon Selatan sejak tahun 1978. Tugas utama mereka adalah mengamati serta menegakkan gencatan senjata di sepanjang perbatasan, di tengah ketegangan geopolitik yang terus bergejolak. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Pelabuhan Teluk Tapang Disiapkan Jadi Pusat Industri dan Energi Nasional

6 November 2026 - 16:45 WIB

Polres Pariaman Tangkap Pria 56 Tahun Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

6 November 2026 - 15:43 WIB

Kebakaran Dini Hari Hanguskan Studio Foto di Padang

6 November 2026 - 15:06 WIB

Sambut HUT ke-81 Brimob, Polda Sumbar Bersihkan Pantai Purus Padang

6 November 2026 - 11:33 WIB

Harga Batu Bara November 2026 Turun, Kalori Menengah dan Rendah Naik

6 November 2026 - 11:26 WIB

Trending Topik Ekonomi dan Bisnis