Covesia.co.id – Pihak kampus menyatakan bahwa curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur selama lima hari berturut turut menjadi penyebab utama longsor hebat melanda Kampus III Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, tepatnya di area Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) B, Sungai Bangek, pada Selasa (25/11) sekitar pukul 13.40 WIB.
Dalam keterangan resminya, meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan, kerugian material akibat longsor cukup signifikan. Sebanyak 15 unit kendaraan milik civitas akademika mengalami kerusakan, meliputi empat unit mobil, tiga unit sepeda motor rusak parah, dan delapan unit sepeda motor lainnya rusak ringan.
“Peristiwa ini murni terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung selama lima hari berturut-turut di Kota Padang,” demikian keterangan resmi dari UIN Imam Bonjol, Rabu (26/11).
Dalam keterangan tersebut disampaikan juga, Rektor UIN Imam Bonjol Padang beserta jajaran, termasuk Wakil Rektor I dan II, langsung meninjau lokasi kejadian untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan terkoordinasi.
Pihak kampus bergerak cepat dengan melaporkan musibah ini kepada Pemerintah Kota Padang. Wakil Rektor II menyampaikan bahwa Wali Kota Padang telah menerima laporan ini, dan melalui Dinas PUPR, personel serta alat berat telah diturunkan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan dampak longsor.
Saat ini, proses evakuasi material longsor masih berlangsung. Rektor juga telah melaporkan kejadian ini kepada pihak terkait sebagai langkah awal untuk penanganan lanjutan dan mitigasi bencana.
Untuk menjaga keselamatan seluruh civitas akademika, UIN Imam Bonjol telah mengeluarkan himbauan resmi agar menghindari area longsor.
Sebagai langkah pencegahan, pihak kampus juga memutuskan untuk mengalihkan seluruh kegiatan perkuliahan secara online. Kebijakan ini berlaku mulai tanggal 25 hingga 28 November 2025.
Keputusan ini diambil sembari menunggu kondisi di area kampus kembali aman dan proses penanganan dampak longsor selesai dilakukan secara menyeluruh. (*)



