Menu ✖

Mode Gelap
Pelabuhan Teluk Tapang Disiapkan Jadi Pusat Industri dan Energi Nasional Polres Pariaman Tangkap Pria 56 Tahun Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik Kebakaran Dini Hari Hanguskan Studio Foto di Padang Sambut HUT ke-81 Brimob, Polda Sumbar Bersihkan Pantai Purus Padang Harga Batu Bara November 2026 Turun, Kalori Menengah dan Rendah Naik SMKN 1 Sasak Direlokasi, Rp3 Miliar Digelontorkan untuk Atasi Ancaman Banjir

News

Presiden Prabowo Saksikan “Neraka” Laut, TNI AL Unjuk Kekuatan Gabungan Anti-Musuh

Redaksi Covesiabadge-check

Presiden Prabowo Saksikan “Neraka” Laut, TNI AL Unjuk Kekuatan Gabungan Anti-Musuh Perbesar

Covesia.co.id – Teluk Jakarta berubah menjadi panggung kekuatan maritim paling menakutkan pada Kamis, 2 Oktober 2025. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, langsung menyaksikan dari geladak KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat (RJW-992), saat TNI Angkatan Laut menggelar Presidential Inspection—sebuah demonstrasi tempur laut dan sailing pass yang melibatkan seluruh elemen pertahanan laut bangsa.

Dibawah komando Laksamana Pertama TNI Nurlan, Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada I, atraksi tersebut bukan sekadar parade. Nurlan membagi demo menjadi beberapa divisi, mempertontonkan skenario pertempuran terpadu yang modern dan mematikan.

Suasana mencapai titik didih ketika armada kapal perang, mulai dari siluet di kejauhan, bergerak serentak. Ini bukan konvoi biasa. Formasi kapal itu memecah ombak, memberikan pesan tegas tentang kesiapan tempur.

Ketegangan memuncak saat divisi anti-kapal selam menampilkan senjata bawah air yang dirahasiakan, disusul oleh manuver kapal cepat yang tiba-tiba melancarkan operasi penurunan paksa pasukan elite Komando Pasukan Katak (Kopaska) ke titik sasaran.

Puncaknya, simulasi pertempuran laut membuat Teluk Jakarta bergetar. Kapal-kapal TNI AL saling berhadapan dalam formasi menyerang dan bertahan. Tembakan meriam hampa dan serangan dari helikopter bersahutan, diikuti oleh infiltrasi cepat pasukan khusus.

“Nanti kita ada divisi kapal amfibi atau kapal pendarat. Kita akan menembakkan Roket RM-DRAT,” jelas Laksma Nurlan yang dinukil dari setkab.go.id, menegaskan bahwa kekuatan pertahanan pantai Marinir juga diperhitungkan dalam strategi serangan terpadu ini.

Yang menarik, Laksma Nurlan menekankan bahwa pertahanan laut adalah kerja bersama seluruh bangsa. Di tengah manuver tempur, kapal-kapal patroli beriringan dengan kapal legendaris KRI Bima Suci dan KRI Dewaruci, bahkan melibatkan komponen masyarakat maritim sipil.

Kapal-kapal dari PT Pelni, PT Pelindo, hingga kapal-kapal ikan masyarakat, ikut serta dalam konvoi, menyimbolkan sistem pertahanan semesta yang melibatkan setiap elemen di lautan Indonesia.

Sebagai penutup yang dramatis, manuver udara oleh Rajawali Laut Flight meliuk-liuk dengan presisi yang mengagumkan. Seluruh pesawat tiba-tiba berpencar serentak dari satu titik—sebuah simbol yang menggetarkan: kesiapan total TNI Angkatan Laut untuk menjaga kedaulatan bangsa dari segala ancaman. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Pelabuhan Teluk Tapang Disiapkan Jadi Pusat Industri dan Energi Nasional

6 November 2026 - 16:45 WIB

Polres Pariaman Tangkap Pria 56 Tahun Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

6 November 2026 - 15:43 WIB

Kebakaran Dini Hari Hanguskan Studio Foto di Padang

6 November 2026 - 15:06 WIB

Sambut HUT ke-81 Brimob, Polda Sumbar Bersihkan Pantai Purus Padang

6 November 2026 - 11:33 WIB

Harga Batu Bara November 2026 Turun, Kalori Menengah dan Rendah Naik

6 November 2026 - 11:26 WIB

Trending Topik Ekonomi dan Bisnis