Covesia.co.id – Masyarakat Penerima Beras Bantuan Sosial (Bansos) di Kecamatan Siberut Utara dipastikan tidak menerima pada tahap 3.
Pihak kecamatan menolak beras yang diantarkan oleh Bulog Sumbar dan memilih untuk dikembalikan. Alasannya, karena beras yang datang tidak layak untuk dimakan.
“Ya, berasnya kami kembalikan dan sudah diambil oleh Bulog. Berasnya tidak layak untuk diberikan ke masyarakat,” Ungkap Camat Siberut Utara, Panukanan Saguntung kepada Covesia.co.id via seluler (19/10/2026).
Disampaikan Panukanan, setelah beras dikembalikan tidak akan ada penggantian dari Bulog. Dipastikan masyarakat penerima beras Bansos di Siberut Utara tidak mendapat jatah pada tahap 3 kali ini.
“Tidak ada penggantian dari Bulog. Masyarakat penerima beras Bansos tidak dapat pada tahap 3 sekarang ini, ” kata Pangkalan.
Panukanan mengungkapkan bahwa sebenarnya besar harapannya untuk beras itu mendapat pengganti yang baik agar dapat disalurkan ke masyarakat penerima manfaat di sejumlah desa di Kecamatan Siberut Utara.
Namun jika memang sudah seperti itu keputusan pemerintah ia pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
“Kita memang mau diganti berasnya, tapi jika pemerintah buat keputusan begitu terserah mereka saja lagi,” kata Panukanan
Di akhir penjelasan, Panukanan menyampaikan bahwa pada periode selanjutnya, jika beras yang datang dalam kondisi tidak layak juga, pihaknya akan kembali menolak.
“Kalau tak layak lagi yang datang ke sini, kami tolak lagi. Kami tidak mau beras teraebur menjadi racun bagi masyarakat, ” katanya.
Sebelumnya beras Bansos untuk masyarakat Siberut Utara datang ke pelabuhan Pokai Sikabaluan pada 29 September 2026 silam sebanyak 40,6 ton.
Beras tersebut ditolak karena menghitam dan menguning. Temuan tersebut setelah pihak kecamatan melakukan pengecekan belasan karung beras di pelabuhan. Sesaat beras datang ke pelabuhan.
Siberut Barat Masih Menunggu
Sementara itu, beras Bansos untuk Siberut Barat masih belum datang dan tidak ada kepastian informasi kapan akan datang.
Hal ini disampaikan oleh Camat Siberut Barat, Sartoli ketika dikonfirmasi.
“Beras untuk kami belum datang. Informasi kapan datangnya juga belum ada sampai sekarang, ” kata Sartoli.
Terkait informasi penolakan beras Bansos oleh Siberut Utara, Sartoli mengaku sudah mengetahui hal tersebut. Namun dirinya tidak bisa mengatakan apakah akan menolak atau tidak. Karena beras tersebut masih belum datang.
“Saya tidak bisa mengatakan menolak atau tidak. Datang dulu berasnya disini, kemudian kami check dan dokumentasikan, ” katanya.
Dijelaskan Sartoli, Beras Bansos untuk Siberut Barat saat ini tertahan di Pelabuhan Pokai Sikabaluan.
“Yang jadi pertanyaan saya itu kenapa beras untuk Siberut Barat diturunkan di Pelabuhan Pokai. Kemudian kenapa tertahan, sampai sekarang pertanyaan ini belum ada jawaban dari penyalur kepada kami. Padahal tahun kemarin sudah ada titik-titiknya di Siberut Barat, ” katanya.
Sementara itu hingga berita ini diterbitkan, covesia.co.id sudah berupaya melakukan konfirmasi ke pihak Bulog Sumbar selama dua hari. Namun tetap tidak mendapatkan respon. (*)









