Menu ✖

Mode Gelap
Sala Lauak, Camilan Khas Minangkabau yang Gurih di Luar, Lembut di Dalam Fadly Amran Minta Pengawasan dan Bisnis Perumda PSM Padang Dibenahi Bapenda Padang Sebut Kontribusi PAD dari Aplikator Ojol Sebatas Iklan dan Reklame  Cuaca Sumbar 30 Oktober: Padang Panjang Berpotensi Hujan Petir, Sejumlah Daerah Udara Kabur Festival Literasi IV Padang Panjang Dibuka Hari Ini, Ada Bedah Novel hingga Lomba Puisi Manfaat Aia Aka, Minuman Tradisional Minangkabau berkhasiat Redakan Panas Dalam

News

Walikota Mississauga Kanada Terpilih Alvin Tedjo Ternyata Berdarah Minang, Ini Perjalanan Hidupnya

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Walikota Mississauga Kanada Terpilih Alvin Tedjo Ternyata Berdarah Minang, Ini Perjalanan Hidupnya Perbesar

Covesia.co.id – Kabar membanggakan datang dari diaspora Indonesia di Kanada. Alvin Tedjo, politikus berusia 43 tahun yang berasal dari keluarga perantau asal Padang, Sumatera Barat, terpilih menjadi Wali Kota Mississauga, Provinsi Ontario, Kanada, setelah memenangkan pemilihan pada Senin (26/10/2026) waktu setempat.

Alvin berhasil mengalahkan Wali Kota petahana Carolyn Parrish dan mantan Wali Kota Mississauga Bonnie Crombie dalam pemilihan yang berlangsung ketat.

Kemenangan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan politiknya, mengingat ia sebelumnya baru menjalani satu periode sebagai anggota Dewan Kota Mississauga.

Berdasarkan hasil pemilihan yang dilaporkan sejumlah media, Alvin memperoleh 74.479 suara atau sekitar 39,2 persen. Sementara itu, Parrish meraih 51.853 suara atau 27,3 persen dan Crombie memperoleh 43.191 suara atau 22,7 persen.

Hasil tersebut mengantarkan Alvin menjadi wali kota kedelapan Mississauga. Ia juga tercatat sebagai laki-laki pertama yang terpilih untuk memimpin kota tersebut sejak 1978.

Kemenangan Alvin menjadi perhatian masyarakat Indonesia, khususnya Sumatera Barat, karena latar belakang keluarganya yang berasal dari Padang.

Kisahnya memperlihatkan perjalanan keluarga perantau yang membangun kehidupan di luar negeri hingga salah satu anggota keluarganya berhasil menduduki jabatan tertinggi pemerintahan kota.

Berawal dari Keluarga Perantau asal Padang

Alvin Tedjo berasal dari keluarga Tedjo yang memiliki akar di Padang, Sumatera Barat. Keluarganya merantau ke Kanada pada 1978 untuk membangun kehidupan baru.

Saat keluarga tersebut pindah ke Kanada, Alvin masih berusia sekitar empat tahun.

Ia kemudian tumbuh besar di Mississauga, kota yang pada akhirnya menjadi tempat ia membangun karier, berkeluarga, dan meniti jalan menuju dunia politik.

Kakeknya, dr. Anto Tedjo, disebut menempuh pendidikan kedokteran gigi di Universitas Trisakti, Jakarta, sebelum keluarganya menetap di Kanada.

Kehidupan di negeri baru tidak langsung memberikan kemudahan bagi keluarga tersebut. Setelah tiba di Kanada, Anto harus menjalani berbagai pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk bekerja sebagai pencuci piring dan pengantar makanan.

Perjalanan itu menjadi bagian dari pengalaman keluarga Tedjo dalam beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun kehidupan ekonomi, dan menghadapi tantangan sebagai imigran.

Dalam sebuah siniar pada 2025, Alvin menceritakan pengalaman menyaksikan kesulitan yang dihadapi keluarganya setelah pindah ke Kanada.

“Saya melihat banyak tantangan dan kesulitan yang datang bersama pengalaman hidup sebagai imigran,” kata Alvin.

Ia juga mengingat nasihat orang tuanya yang menekankan pentingnya keberanian mengambil tindakan ketika menemukan persoalan.

“Jika kamu melihat sesuatu yang salah, lakukan sesuatu untuk memperbaikinya,” ujarnya, mengutip pesan orang tuanya.

Pengalaman tumbuh dalam keluarga imigran tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidup Alvin sebelum akhirnya terjun ke dunia pelayanan publik.

Ketertarikan Alvin terhadap pemerintahan dan kegiatan kemasyarakatan sudah terlihat sejak ia masih duduk di bangku sekolah menengah.

Ia pernah menjabat sebagai ketua organisasi siswa dan menjadi anggota komite penasihat pemuda untuk wali kota.

Keterlibatan tersebut memberinya kesempatan untuk mengenal persoalan pemerintahan kota sejak usia muda.

Salah satu pengalaman yang berkesan terjadi pada pertengahan 1990-an, ketika ia bertemu dengan Hazel McCallion, Wali Kota Mississauga pada masa itu.

Pertemuan tersebut berlangsung setelah Alvin memperoleh penghargaan Young Citizen of the Year atau Warga Muda Berprestasi Tahun Ini.

Dalam kesempatan itu, McCallion memberikan pesan yang terus diingat Alvin hingga kemudian benar-benar memasuki dunia politik.

“Terjunlah ke dunia politik, anak muda,” ujar McCallion kepadanya.

Pesan tersebut menjadi salah satu bagian menarik dalam perjalanan Alvin.

Bertahun-tahun kemudian, ia tidak hanya terlibat dalam pemerintahan kota, tetapi juga berhasil memenangkan pemilihan untuk memimpin kota tempat ia tumbuh besar.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan Alvin dalam politik bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba menjelang pemilihan wali kota.

Ketertarikannya telah berkembang sejak masa sekolah dan berlanjut melalui pendidikan, pekerjaan, serta kegiatan kemasyarakatan.

Pendidikan di Queen’s University dan Harvard University

Alvin melanjutkan pendidikan tinggi di Queen’s University, Kanada. Ia mengambil bidang ilmu politik dan meraih gelar sarjana pada 2007.

Semasa kuliah, ia juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Pengalaman tersebut turut memperluas pengetahuannya mengenai kepemimpinan, organisasi, dan persoalan publik.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Harvard University melalui Harvard Extension School.

Pada 2015–2017, Alvin menempuh program sertifikat pascasarjana dalam bidang Learning Design and Technology. Setelah itu, ia menyelesaikan program Master of Liberal Arts dengan spesialisasi Digital Media Design pada 2017–2020.

Latar belakang pendidikannya tersebut melengkapi pengalaman profesional yang kemudian ia bangun di bidang komunikasi, hubungan pemerintahan, dan strategi organisasi.

Meski memiliki pengalaman akademik yang kuat, perjalanan Alvin menuju jabatan wali kota tidak hanya bertumpu pada pendidikan.

Ia juga membangun pengalaman melalui pekerjaan di lembaga pendidikan, pemerintahan Provinsi Ontario, serta organisasi masyarakat.

Sebelum terpilih sebagai anggota Dewan Kota Mississauga, Alvin telah memiliki pengalaman profesional di sejumlah institusi.

Ia pernah bekerja di Ontario Undergraduate Student Alliance, organisasi yang memperjuangkan kepentingan mahasiswa di Ontario.

Selanjutnya, ia bekerja di Kementerian Perguruan Tinggi dan Universitas Provinsi Ontario sebagai penasihat komunikasi dan kebijakan.

Pada 2014, Alvin bergabung dengan Sheridan College. Ia bekerja di bidang hubungan pemerintahan dan kemudian menjabat sebagai direktur hubungan pemerintahan.

Kariernya berlanjut di Toronto Metropolitan University. Di institusi pendidikan tinggi tersebut, ia memimpin bidang strategi dan komunikasi.

Pengalaman tersebut membuat Alvin terbiasa berhadapan dengan persoalan kebijakan, komunikasi publik, hubungan antarlembaga, dan kepentingan masyarakat.

Namun, sebelum berhasil meraih jabatan wali kota, ia juga sempat mencoba memasuki politik tingkat provinsi.

Pada pemilihan umum Ontario 2018, Alvin maju sebagai kandidat Partai Liberal Ontario di daerah pemilihan Oakville North–Burlington. Ia belum berhasil memenangkan kursi tersebut dan menempati posisi ketiga.

Ia juga mengikuti kontestasi pemilihan ketua Partai Liberal Ontario pada 2019–2020. Dalam pemilihan itu, ia menempati posisi kelima dari enam kandidat.

Serangkaian pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebelum akhirnya memperoleh kepercayaan pemilih di tingkat pemerintahan kota.

Terpilih sebagai Anggota Dewan Kota pada 2022

Langkah penting Alvin dalam politik lokal terjadi pada 2022, ketika ia terpilih sebagai anggota Dewan Kota Mississauga untuk Ward 2.

Wilayah perwakilannya mencakup sejumlah kawasan, antara lain Clarkson dan Lorne Park.

Sebagai anggota dewan, Alvin terlibat dalam berbagai komite yang menangani urusan pemerintahan kota.

Bidang yang menjadi perhatiannya meliputi anggaran, audit, perencanaan dan pembangunan, lingkungan, serta transportasi bersepeda.

Ia juga terlibat dalam Dewan Regional Peel dan sejumlah organisasi masyarakat.

Dalam profil resminya, Pemerintah Kota Mississauga menyebut Alvin memiliki pengalaman dalam pemerintahan dan kegiatan kemasyarakatan.

Ia juga dikenal memperjuangkan kepentingan keluarga, lingkungan, pendidikan, dan peningkatan pelayanan publik.

Selama menjabat sebagai anggota dewan, Alvin mendukung sejumlah program, termasuk perluasan pilihan perumahan, penyediaan ruang terbuka hijau, pengembangan taman dan jalur pejalan kaki, serta peningkatan layanan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Pengalaman sebagai anggota dewan memberinya kesempatan untuk memahami secara langsung persoalan yang dihadapi warga, sekaligus proses pengambilan keputusan dalam pemerintahan kota.

Meski demikian, pada awal pencalonannya sebagai wali kota, sebagian pesaing mempertanyakan apakah pengalaman satu periode di dewan kota cukup untuk memimpin Mississauga.

Alvin menanggapi keraguan tersebut dengan meminta masyarakat menilai kemampuannya melalui tindakan.

“Saya hanya ingin mengatakan, lihat saja nanti,” kata Alvin kepada Toronto Star saat kampanye.

Pernyataan itu kemudian mendapat perhatian setelah ia berhasil memenangkan pemilihan wali kota pada 2026.

Sempat Kalah pada Pemilihan Wali Kota 2024

Sebelum kemenangan pada 2026, Alvin sebenarnya sudah pernah mencoba merebut jabatan wali kota Mississauga.

Kesempatan tersebut datang pada 2024, ketika Bonnie Crombie meninggalkan jabatan wali kota untuk mengikuti pemilihan ketua Partai Liberal Ontario.

Pemilihan sela kemudian digelar dan diikuti sejumlah kandidat, termasuk Alvin Tedjo dan Carolyn Parrish.

Dalam kontestasi tersebut, Alvin belum berhasil meraih kemenangan. Ia memperoleh sekitar 25 persen suara dan menempati posisi kedua, sedangkan Parrish memenangkan pemilihan dengan sekitar 31 persen suara.

Kekalahan itu tidak menghentikan langkah Alvin dalam politik lokal. Ia tetap menjalankan tugas sebagai anggota dewan kota dan kembali membangun dukungan masyarakat.

Dua tahun kemudian, Alvin kembali mencalonkan diri dalam pemilihan wali kota.

Kali ini, ia menghadapi persaingan dengan Parrish yang berstatus petahana serta Crombie yang kembali memasuki kontestasi setelah sebelumnya pernah memimpin Mississauga.

Persaingan tersebut menjadi salah satu pertarungan politik penting di kota itu karena mempertemukan seorang anggota dewan yang baru menjalani periode pertama dengan dua tokoh yang telah memiliki pengalaman sebagai wali kota.

Pada akhirnya, Alvin berhasil mengungguli kedua pesaingnya dan memenangkan pemilihan 26 Oktober 2026.

Perjalanan dari kekalahan pada 2024 hingga kemenangan pada 2026 menjadi salah satu bagian penting dari kisah politiknya.

Kemenangan Alvin menunjukkan keberhasilannya membangun dukungan di tengah persaingan dengan dua politikus yang telah lebih dahulu dikenal masyarakat Mississauga.

Namun, kemenangan dalam pemilihan sekaligus membawa tanggung jawab besar untuk merealisasikan janji kampanye dan menjawab berbagai persoalan perkotaan yang dihadapi warga.

Apa Saja Tantangan yang Menanti Alvin?

Sebagai wali kota terpilih, Alvin akan menghadapi berbagai pekerjaan besar dalam memimpin Mississauga.

Kota yang berada di Provinsi Ontario tersebut merupakan salah satu kota besar di kawasan metropolitan Toronto.

Pertumbuhan penduduk, kebutuhan perumahan, transportasi, infrastruktur, dan biaya hidup menjadi sejumlah persoalan penting dalam pengelolaan kota.

Alvin perlu menyelaraskan janji kampanyenya dengan kemampuan anggaran pemerintah kota dan keputusan bersama dewan.

Persoalan perumahan menjadi salah satu tantangan penting. Pertumbuhan kota menuntut tersedianya hunian yang memadai sekaligus infrastruktur yang dapat menunjang kehidupan masyarakat.

Selain itu, pengelolaan pajak dan anggaran juga akan menjadi perhatian. Janji untuk menekan beban pajak harus dipertimbangkan bersama kebutuhan pembiayaan pelayanan publik, pembangunan, dan pemeliharaan fasilitas kota.

Di bidang transportasi dan lingkungan, pengalaman Alvin dalam komite dewan kota dapat menjadi bekal untuk membahas pengembangan infrastruktur, ruang terbuka hijau, serta kebutuhan masyarakat di kawasan permukiman.

Pemerintahan kota juga harus memastikan bahwa pembangunan berlangsung dengan memperhatikan kepentingan warga dan kualitas pelayanan publik.

Tantangan berikutnya adalah membangun kerja sama dengan anggota dewan kota. Sebagai wali kota, Alvin harus memimpin jalannya pemerintahan dan bekerja bersama para anggota dewan untuk menentukan arah kebijakan.

Sejumlah prioritas tersebut sejalan dengan isu yang diangkat dalam kampanye Alvin dan persoalan pemerintahan kota yang menjadi perhatian media Kanada.

Kebanggaan bagi Diaspora Indonesia dan Sumatera Barat

Terpilihnya Alvin Tedjo menjadi wali kota Mississauga memiliki arti tersendiri bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi diaspora yang memiliki akar keluarga di Sumatera Barat.

Kisah keluarganya menggambarkan perjalanan perantau yang memulai kehidupan baru di negara lain, menghadapi tantangan ekonomi, membangun keluarga, dan berupaya memberikan kesempatan lebih baik kepada generasi berikutnya.

Alvin sendiri tumbuh besar di Kanada. Ia menempuh pendidikan, membangun karier, dan memasuki dunia politik di negara tersebut.

Karena itu, pencapaiannya merupakan hasil perjalanan panjang dalam lingkungan masyarakat Kanada, sekaligus menjadi kisah diaspora yang memiliki hubungan keluarga dengan Indonesia.

Kemenangan tersebut juga memperlihatkan bahwa jabatan publik dapat diraih melalui keterlibatan dalam kegiatan masyarakat, pengalaman profesional, serta partisipasi dalam proses demokrasi.

Bagi masyarakat Padang dan Sumatera Barat, latar belakang keluarga Alvin menjadi alasan tersendiri untuk mengikuti perjalanan kariernya.

Namun, tanggung jawab yang kini menantinya adalah memimpin Mississauga dan bekerja untuk kepentingan seluruh warga kota, terlepas dari latar belakang mereka.

Dari keluarga perantau asal Padang yang membangun kehidupan di Kanada, Alvin kini melangkah ke posisi tertinggi pemerintahan kota tempat ia tumbuh besar.

Perjalanannya dari seorang anak keluarga imigran, aktivis siswa, pekerja profesional, anggota dewan kota, hingga terpilih menjadi wali kota menjadi kisah yang menarik tentang perjalanan panjang menuju kepemimpinan. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Fadly Amran Minta Pengawasan dan Bisnis Perumda PSM Padang Dibenahi

30 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Bapenda Padang Sebut Kontribusi PAD dari Aplikator Ojol Sebatas Iklan dan Reklame 

30 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Cuaca Sumbar 30 Oktober: Padang Panjang Berpotensi Hujan Petir, Sejumlah Daerah Udara Kabur

30 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Festival Literasi IV Padang Panjang Dibuka Hari Ini, Ada Bedah Novel hingga Lomba Puisi

29 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Harga Cabai Melonjak, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau

29 Oktober 2026 - 17:37 WIB

Trending Topik News