Menu

Mode Gelap
Ada Aset Pemprov Sumbar Diduga Dimanfaatkan Swasta Tanpa Bagi Hasil Bupati Pasaman Barat Lantik 15 Pejabat Eselon II, Ini Daftar Lengkapnya Ramai Video PETI di Media Sosial, LBH Padang : Bukti Penegak Hukum di Sumbar Tak Berkuku Ini Daerah di Sumbar yang Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini Jadi Tuan Rumah 5 Cabor, Pemkab Mentawai Klaim Kesiapan Porprov Sumbar 2026 Capai 80 Persen  Pemko Padang Siapkan Rp38 Miliar untuk Porprov XVI Sumbar

News

Viral Video Warga Agam Diduga Jadi Korban TPPO di Myanmar

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Viral Video Warga Agam Diduga Jadi Korban TPPO di Myanmar Perbesar

Covesia.co.id – Sebuah video viral tengah ramai menjadi perhatian masyarakat Sumatera Barat sejak Kamis (26/7/2026) malam.

Video tersebut memperlihatkan dua perempuan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Myanmar.

Dalam video tersebut, keduanya tampak dalam kondisi diborgol sambil memohon bantuan agar dapat dipulangkan ke Tanah Air.

Salah seorang perempuan dalam video diketahui bernama Ayu, warga Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Identitas korban telah dipastikan oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat setelah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak.

Kepala BP3MI Sumatera Barat, Jupriyadi, mengatakan pihaknya langsung melakukan penelusuran begitu video tersebut menjadi perhatian publik.

“Setelah video itu beredar, kami segera berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Agam dan Polda Sumatera Barat. Hasilnya, benar salah satu korban merupakan warga Kabupaten Agam,” ujar Jupriyadi, Kamis (16/7).

Menurutnya, Ayu diduga berangkat ke luar negeri melalui jalur nonprosedural sehingga tidak tercatat dalam data resmi pekerja migran Indonesia.

“Karena keberangkatannya tidak melalui prosedur resmi, kami tidak memiliki data yang bersangkutan. Biasanya kami baru mengetahui ketika sudah terjadi persoalan seperti ini,” katanya.

Jupriyadi menambahkan, berdasarkan pola kasus yang selama ini ditangani, para korban di wilayah tersebut umumnya dipekerjakan dalam jaringan penipuan daring atau online scam.

“Di sejumlah wilayah Myanmar, kasus yang sering kami temui berkaitan dengan pekerjaan penipuan daring. Dugaan sementara mengarah ke aktivitas tersebut, namun masih menunggu perkembangan lebih lanjut,” jelasnya.

Saat ini BP3MI Sumatera Barat terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), untuk memantau kondisi korban serta mengupayakan langkah penyelamatan dan pemulangan ke Indonesia. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Ada Aset Pemprov Sumbar Diduga Dimanfaatkan Swasta Tanpa Bagi Hasil

18 September 2026 - 16:01 WIB

Bupati Pasaman Barat Lantik 15 Pejabat Eselon II, Ini Daftar Lengkapnya

18 September 2026 - 14:21 WIB

Ramai Video PETI di Media Sosial, LBH Padang : Bukti Penegak Hukum di Sumbar Tak Berkuku

18 September 2026 - 13:49 WIB

Ini Daerah di Sumbar yang Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini

18 September 2026 - 12:37 WIB

Pemko Padang Siapkan Rp38 Miliar untuk Porprov XVI Sumbar

18 September 2026 - 09:40 WIB

Trending Topik News